Menteri Luar Negeri RI Sugiono menerima Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Laos, Thongsavan Phomvihane, dalam pertemuan tingkat tinggi di Jakarta, Minggu (4/5), Dimana keduanya berkomitmen memperkuat kemitraan bilateral menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik pada 2027.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat memanfaatkan momentum peringatan mendatang untuk memperluas kerja sama lintas sektor.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemitraan kedua negara baik di bidang politik, ekonomi, maupun people-to-people contact,” ujar Sugiono.
Salah satu langkah konkret yang didorong adalah menghidupkan kembali mekanisme Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) sebagai wadah utama untuk memastikan implementasi kerja sama berjalan lebih efektif dan terarah.
Di sektor politik dan keamanan, perhatian tertuju pada meningkatnya kejahatan lintas negara, termasuk penipuan daring dan tindak pidana perdagangan orang yang melibatkan warga negara Indonesia. Jakarta menekankan pentingnya pelaksanaan optimal dari kerangka kerja sama yang sudah ada guna menjaga stabilitas kawasan.
Sementara itu, penguatan ekonomi menjadi fokus lain, dengan dorongan pada peningkatan perdagangan, investasi, konektivitas, dan pariwisata.
Indonesia juga mengusulkan kerja sama strategis di sektor potash—bahan baku penting untuk pupuk—yang dinilai berpotensi mendukung ketahanan pangan, baik nasional maupun regional.
Pada saat yang sama, Indonesia menyatakan dukungan terhadap upaya Laos membangun ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Hubungan antar masyarakat turut menjadi perhatian, dengan kedua negara sepakat memperluas kerja sama di bidang pendidikan, pertukaran pemuda, dan budaya. Kesamaan nilai dan warisan budaya disebut sebagai fondasi penting dalam mempererat hubungan jangka panjang.
Di tingkat kawasan dan global, Indonesia dan Laos menegaskan komitmen menjaga persatuan serta sentralitas ASEAN di tengah dinamika geopolitik yang berkembang. Keduanya juga menekankan pentingnya dialog, saling menghormati, dan kepercayaan sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas regional.
Bulan lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta juga telah melakukan kunjungan kerja ke Laos pada untuk memperkuat hubungan bilateral dan isu ASEAN lainnya.
Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi Thongsavan ke negara Asia Tenggara sejak pemerintahan baru Laos terbentuk pada Maret lalu, sekaligus mencerminkan upaya Indonesia memperkuat hubungan dengan negara tetangga dan menegaskan posisinya sebagai mitra strategis di kawasan.














