DUNIA
2 menit membaca
Kapal tanker raksasa Iran 'HUGE' di perairan Indonesia usai berhasil hindari blokade AS
Lembaga menyebut kapal jenis VLCC milik Iran tersebut membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah dengan nilai hampir 220 juta dolar AS.
Kapal tanker raksasa Iran 'HUGE' di perairan Indonesia usai berhasil hindari blokade AS
FOTO ARSIP: Sebuah kapal tanker minyak menunggu di lepas pelabuhan Fos-Lavera dekat Marseille, Prancis selatan, Rabu, 11 Maret 2026. / AP

Sebuah kapal tanker raksasa milik Iran dilaporkan berhasil menghindari upaya blokade Amerika Serikat saat mengangkut minyak mentah bernilai ratusan juta dolar menuju kawasan Asia Timur.

Laporan ini diungkap oleh lembaga pemantau pelayaran TankerTrackers pada Minggu (3/05). 

Dalam pernyataannya di platform X, mereka menyebut kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC) tersebut membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah dengan nilai hampir 220 juta dolar AS.

“Tanker super VLCC NITC yang membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah… berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan mencapai Timur Jauh,” tulis TankerTrackers.

Kapal yang diidentifikasi dengan nama “HUGE” (IMO 9357183) itu sebelumnya terdeteksi berada di perairan lepas Sri Lanka lebih dari sepekan lalu. Saat ini, kapal tersebut dilaporkan bergerak melintasi Selat Lombok di Indonesia dengan arah menuju Kepulauan Riau.

Data pelacakan maritim menunjukkan kapal itu telah mematikan sistem pelacakan otomatis atau Automatic Identification System (AIS) sejak 20 Maret. Saat itu, kapal diketahui meninggalkan Selat Malaka dengan rute menuju Iran, sebelum kemudian menghilang dari pemantauan publik.

TerkaitTRT Indonesia - Setidaknya 34 kapal tanker milik Iran berhasil melewati blokade AS: laporan

Kapal kedua dalam rute yang sama

Perkembangan terbaru pada Senin (4/5) menunjukkan bahwa bukan hanya satu kapal yang berhasil melintasi jalur tersebut. TankerTrackers melaporkan kemunculan kapal tanker kedua milik NITC yang juga membawa minyak mentah Iran dan mengikuti rute serupa.

“Dua puluh empat jam setelah tanker VLCC pertama memasuki Selat Lombok, kapal kedua bernama DERYA (IMO 9569700) kini melakukan hal yang sama,” tulis lembaga tersebut.

Menurut laporan itu, DERYA sebelumnya sempat mencoba mengirimkan sekitar 1,88 juta barel minyak ke India pada pertengahan April, memanfaatkan periode kelonggaran sanksi. Namun upaya tersebut tidak berhasil.

TankerTrackers kemudian mendeteksi kapal tersebut bergerak ke arah selatan, di saat sejumlah kapal sejenis lainnya justru dilaporkan diarahkan kembali ke Iran oleh Angkatan Laut AS. Saat ini, DERYA disebut tengah menuju titik pertemuan (rendezvous) di wilayah Kepulauan Riau.

Kemunculan dua kapal tanker secara berurutan di jalur strategis Indonesia ini menyoroti kompleksitas pengawasan terhadap distribusi minyak Iran, sekaligus menunjukkan celah yang masih dapat dimanfaatkan di tengah pengetatan sanksi oleh Washington.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi