BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Rupiah dinilai undervalued, BI siapkan tujuh langkah stabilisasi nilai tukar
Nilai tukar rupiah dinilai masih berada di bawah fundamentalnya, sementara otoritas moneter menyiapkan serangkaian kebijakan untuk menjaga stabilitas di tengah tekanan global.
Rupiah dinilai undervalued, BI siapkan tujuh langkah stabilisasi nilai tukar
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan optimismenya terhadap prospek nilai tukar rupiah.

Kondisi rupiah saat ini disebut masih belum mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi nasional, meski berpotensi menguat dalam jangka menengah.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut berbagai indikator domestik menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat, mulai dari pertumbuhan yang solid, inflasi terkendali, hingga cadangan devisa yang memadai.

“Fundamental ekonomi kita kuat, sehingga secara teori rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujarnya usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/4).

Namun demikian, ia mengakui tekanan jangka pendek masih membayangi nilai tukar akibat faktor eksternal, seperti kenaikan harga minyak dunia, tingginya suku bunga Amerika Serikat, serta penguatan dolar. Kenaikan imbal hasil US Treasury juga turut memengaruhi pergerakan modal global.

Selain itu, kebutuhan valuta asing untuk pembayaran dividen, pelunasan utang, hingga kegiatan musiman seperti ibadah haji ikut menambah permintaan dolar di pasar domestik.

Untuk merespons kondisi tersebut, pemerintah bersama otoritas moneter telah menyiapkan tujuh langkah strategis guna menjaga stabilitas dan mendorong penguatan rupiah.

Langkah awal difokuskan pada intervensi di pasar valuta asing, baik di dalam maupun luar negeri, dengan dukungan cadangan devisa yang dinilai cukup kuat.

Upaya lain mencakup penguatan arus masuk modal melalui instrumen keuangan domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder yang hingga saat ini telah mencapai Rp123,1 triliun secara year to date.

Selain itu, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat, termasuk menjaga likuiditas perbankan tetap longgar dan mengatur ulang batas transaksi pembelian dolar di pasar domestik.

Pengawasan terhadap transaksi valas di sektor perbankan dan korporasi juga diperketat, dengan koordinasi bersama otoritas jasa keuangan untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.

Langkah terakhir adalah penguatan intervensi di pasar offshore guna meredam volatilitas dan menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap stabilitas rupiah.

TerkaitTRT Indonesia - Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada Q1 2026, ditopang konsumsi domestik
SUMBER:TRT Indonesia