DUNIA
2 menit membaca
Iran 'dengan tegas bantah' keterlibatan dalam serangan terhadap kapal Korea Selatan di Selat Hormuz
Kapal berbendera Panama HMM Namu mengalami kerusakan pada hari Senin saat berlabuh di lepas pantai Uni Emirat Arab.
Iran 'dengan tegas bantah' keterlibatan dalam serangan terhadap kapal Korea Selatan di Selat Hormuz
Kapal curah berbendera Panama HMM Namu, di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China, 5 Januari 2026. (ARSIP) / Reuters

Kedutaan Iran di Seoul pada hari Kamis membantah keterlibatan angkatan bersenjata Teheran dalam insiden yang merusak sebuah kapal Korea Selatan di Selat Hormuz.

Dalam sebuah pernyataan, kedutaan mengatakan pihaknya “dengan tegas menolak dan secara kategoris menyangkal segala tuduhan mengenai keterlibatan angkatan bersenjata Iran dalam insiden yang menyebabkan kerusakan pada sebuah kapal Korea di Selat Hormuz.”

Kedutaan mengatakan Iran berulang kali menegaskan sejak dimulainya “tindakan agresif yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap Iran” bahwa Selat Hormuz merupakan “bagian integral dari geografi pertahanannya dalam menghadapi para agresor dan pendukung mereka.”

Kedutaan menambahkan bahwa kondisi navigasi di jalur perairan strategis itu “telah dipengaruhi oleh situasi keamanan yang berkembang,” dengan menyebut ketegangan yang meningkat akibat “kekuatan-kekuatan bermusuhan dan sekutu-sekutunya.”

Perlintasan yang aman melalui selat mengharuskan “kepatuhan penuh terhadap peraturan yang berlaku” dan koordinasi dengan otoritas Iran, demikian bunyi pernyataan itu.

TerkaitTRT Indonesia - Korea Selatan akan selidiki soal kebakaran kapalnya di Hormuz, Trump tuduh keterlibatan Iran

Iran juga menegaskan kembali apa yang disebutnya sebagai “komitmen untuk memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran maritim di kawasan, sesuai dengan hukum dan peraturan internasional.”

Agen Berita Yonhap Korea Selatan melaporkan pada hari Selasa bahwa kebakaran yang disebabkan oleh ledakan di kapal kargo curah berbendera Panama HMM Namu di Selat Hormuz telah dipadamkan tanpa korban luka.

Insiden itu terjadi larut pada hari Senin ketika kapal sedang berlabuh di lepas pantai UEA, menurut laporan tersebut.

Semua 24 awak kapal di kapal itu, termasuk enam warga Korea Selatan dan 18 warga negara asing, dipastikan selamat.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan kebakaran itu muncul sekitar pukul 20.40 waktu setempat pada hari Senin (11.40 GMT).

AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, memicu serangan balasan oleh Teheran terhadap Israel dan aset-aset AS di Teluk, serta gangguan di Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang bertahan lama. Gencatan itu kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan.

Sejak 13 April, AS memberlakukan blokade laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut.

TerkaitTRT Indonesia - Kapal-kapal yang mematuhi aturan transit baru Iran di Selat Hormuz: IRGC
SUMBER:TRT World & Agencies