DUNIA
2 menit membaca
Pakistan mengharapkan perjanjian AS-Iran 'segera' saat Teheran meninjau kembali proposal Washington
Jika kesepakatan AS-Iran "tercapai di Pakistan, itu akan menjadi kehormatan bagi kami," kata Islamabad.
Pakistan mengharapkan perjanjian AS-Iran 'segera' saat Teheran meninjau kembali proposal Washington
Polisi memberi isyarat kepada sebuah kendaraan di pos pemeriksaan, saat Pakistan menjadi tuan rumah pembicaraan AS-Iran di Islamabad, 19 April 2026. / Reuters

Pakistan mengatakan pihaknya memperkirakan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran akan terjadi “segera”, tanpa memberikan kerangka waktu.

Islamabad akan menyambut baik penyelesaian antara Iran dan AS di mana pun kesepakatan itu dicapai, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tahir Andrabi pada hari Kamis, menurut harian lokal Dawn.

“Jika kesepakatan dicapai di Pakistan, itu akan menjadi kehormatan bagi kami,” ujarnya kepada wartawan di Islamabad.

Andrabi, bagaimanapun, menolak mengonfirmasi rincian potensi perjanjian di tengah laporan media AS bahwa Washington dan Teheran mendekati sebuah nota kesepahaman satu halaman.

Sumber pemerintah Pakistan sebelumnya mengatakan bahwa mereka mengharapkan menjadi tuan rumah putaran kedua pembicaraan damai yang terhenti antara AS dan Iran minggu depan untuk mengakhiri perang mereka.

Sumber itu menambahkan bahwa Islamabad memperkirakan AS dan Iran akan mencapai 'kesepakatan awal' sebelum kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China, yang dijadwalkan akhir minggu depan.

Sementara itu, Iran mengatakan sedang meninjau proposal Amerika terbaru untuk mengakhiri perang, sementara Presiden AS Donald Trump mengancam negara itu dengan gelombang pemboman baru kecuali tercapai kesepakatan yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz yang penting bagi pelayaran internasional.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan kepada televisi negara bahwa Teheran telah “sangat menolak” proposal AS yang dilaporkan oleh Axios, tetapi masih menelaah proposal AS terbaru itu.

Sebelumnya, Trump memposting di media sosial bahwa perang dua bulan itu bisa segera berakhir dan pengiriman minyak serta gas alam yang terganggu oleh konflik bisa dimulai kembali. Namun dia mengatakan itu tergantung pada Iran menerima dugaan kesepakatan yang tidak dia rinci.

“Jika mereka tidak setuju, pemboman dimulai,” tulis Trump.

Pakistan menjadi tuan rumah putaran pertama negosiasi antara Washington dan Teheran pada 11-12 April, tetapi gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Pembicaraan itu mengikuti gencatan senjata dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan pada 8 April, yang kemudian diperpanjang oleh Trump.

TerkaitTRT Indonesia - Pakistan rencanakan putaran kedua pembicaraan AS-Iran seiring semakin dekatnya kesepakatan
SUMBER:TRT World & Agencies