Warga di sedikitnya tiga negara bagian Amerika Serikat sedang dipantau terkait kemungkinan infeksi hantavirus setelah sebuah kapal pesiar mewah dilanda wabah, meski hingga kini tidak ada yang menunjukkan gejala penyakit, lapor The New York Times.
Dalam pembaruan terbarunya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut tiga orang meninggal di atas kapal MV Hondius, sementara beberapa lainnya mengalami gejala.
Laporan pada Rabu itu mengutip Departemen Kesehatan Masyarakat Georgia yang menyatakan pihaknya memantau dua warganya, yang keduanya berada dalam kondisi sehat tanpa tanda-tanda infeksi.
Departemen Kesehatan Masyarakat California juga telah diberi tahu oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) bahwa sejumlah warga negara bagian tersebut berada di kapal itu, dan otoritas kesehatan setempat kini ikut membantu proses pemantauan.
Seorang penumpang lain yang merupakan warga Arizona juga sedang dipantau, namun belum menunjukkan gejala apa pun, kata seorang pejabat negara bagian.
AS memantau perjalanan penumpang
CDC juga menyatakan bahwa pemerintah AS secara aktif memantau para penumpang.
“Departemen Luar Negeri memimpin respons terkoordinasi lintas lembaga, termasuk kontak langsung dengan penumpang, koordinasi diplomatik, serta keterlibatan dengan otoritas kesehatan domestik dan internasional,” kata CDC dalam pernyataannya.
“Kami bekerja sama erat dengan mitra internasional untuk memberikan bantuan teknis dan panduan guna mengurangi risiko,” tambah CDC, seraya menyebut risiko terhadap masyarakat Amerika “sangat rendah”.
Menurut CDC, hantavirus dapat menginfeksi manusia melalui kontak dengan hewan pengerat, terutama melalui paparan urine dan air liur, sementara penularan antarmanusia tergolong jarang.









