Indonesia terus mengupayakan perluasan akses perdagangan internasional dengan fokus pada pembukaan pasar baru di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, strategi diversifikasi pasar menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan ekspor nasional di tengah melemahnya permintaan global.
Ia menyebut pemerintah tengah mengintensifkan komunikasi dengan Uni Eropa agar proses kesepakatan perdagangan dapat segera dituntaskan. Tahapan yang masih berjalan saat ini mencakup penyempurnaan teknis serta penyesuaian dokumen lintas bahasa.
Airlangga menambahkan, apabila seluruh proses dapat dirampungkan sesuai rencana, akses perdagangan dengan Uni Eropa berpotensi dibuka dengan skema tarif nol pada awal tahun depan.
Selain Eropa, Indonesia juga memaksimalkan kerja sama dagang yang sudah berjalan dengan Kanada untuk memperluas penetrasi produk nasional di pasar internasional.
Sementara itu, pembahasan kerja sama ekonomi dengan Inggris turut diarahkan menuju skema perjanjian perdagangan yang lebih komprehensif.
Di tingkat kawasan, Indonesia bersama negara-negara ASEAN juga membahas penguatan ketahanan energi dan pangan dalam forum ekonomi regional. Salah satu fokusnya adalah pengembangan mekanisme cadangan energi serta pangan untuk menghadapi potensi gangguan pasokan global.
Menurut Airlangga, penguatan sistem cadangan tersebut menjadi penting untuk mengantisipasi dampak ketidakpastian global, termasuk faktor perubahan iklim yang dapat mempengaruhi produksi pangan di kawasan.











