Sebuah ledakan di sebuah pabrik kembang api di provinsi di bagian tengah China telah menewaskan setidaknya 21 orang dan melukai 61 lainnya, demikian dilaporkan media negara.
Biro berita resmi China Xinhua mengatakan pada hari Selasa bahwa ledakan terjadi di sebuah pabrik kembang api di kota Changsha, provinsi Hunan, pada Senin sore.
Hampir 500 petugas penyelamat dikerahkan ke lokasi, dan evakuasi dilakukan di zona berbahaya.
Pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab ledakan tersebut.
Presiden Xi Jinping mendesak upaya pencarian orang yang hilang dan penyelamatan bagi yang terluka, menurut Xinhua.
Biro itu juga mengatakan Xi menuntut penanganan yang tepat terhadap dampak kejadian dan penyelidikan atas insiden tersebut.

Kecelakaan industri, termasuk di industri kembang api, umum terjadi di China.
Tahun lalu, sebuah ledakan di pabrik kembang api lainnya di Hunan menewaskan sembilan orang, dan pada 2023, tiga orang tewas setelah ledakan menghantam gedung-gedung tempat tinggal di kota Tianjin di bagian utara.
Pada Februari, ledakan terpisah di toko kembang api di provinsi Hubei dan Jiangsu menewaskan masing-masing 12 dan delapan orang.














