Perjanjian kerangka kerja ekspor itu diteken antara perusahaan pertahanan Türkiye, Baykar, dan perusahaan kedirgantaraan Indonesia PT Republik Aero Dirgantara (Republikorp) di sela ajang SAHA 2026 International Defense, Aerospace and Space Industry Fair di Istanbul, Rabu (6/5).
CEO Baykar, Haluk Bayraktar, menyebut kesepakatan tersebut sebagai tonggak penting karena menjadi kontrak ekspor pertama untuk drone tempur Bayraktar Kizilelma.
Menurutnya, pengiriman awal akan mencakup satu skuadron berisi 12 unit Kizilelma mulai 2028. Kesepakatan itu juga memuat opsi tambahan empat skuadron atau total 48 pesawat untuk pengadaan di masa mendatang.
“Target kami tahun ini adalah mulai menghadirkan Bayraktar Kizilelma untuk digunakan negara kami,” kata Haluk dikutip Anadolu.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pengadaan sistem pesawat nirawak, tetapi juga pembangunan fasilitas produksi dan pusat pemeliharaan di Indonesia untuk mendukung operasional jangka panjang.
Bayraktar Kizilelma merupakan pesawat tempur nirawak yang melakukan penerbangan perdana pada 2022 dan dikembangkan sebagai salah satu drone tempur generasi baru Türkiye.
Haluk menambahkan, Baykar sebelumnya juga telah menandatangani kontrak ekspor drone Bayraktar Akinci dan Bayraktar TB2 dengan Indonesia pada 2025.
Sementara itu, CEO Republikorp, Norman Joesoef, menyambut positif kesepakatan tersebut dan menegaskan komitmen kedua pihak untuk memperluas kerja sama di sektor pertahanan dan teknologi kedirgantaraan.

















