DUNIA
2 menit membaca
China menyatakan kekhawatiran atas penempatan pasukan Jepang terkait NATO di Ukraina
China menuduh Jepang mengejar remilitarisasi setelah Tokyo menugaskan perwira ke misi bantuan Ukraina NATO.
China menyatakan kekhawatiran atas penempatan pasukan Jepang terkait NATO di Ukraina
China menyuarakan keprihatinan atas pengerahan misi NATO Ukraina oleh Jepang. / Reuters

China menyatakan keprihatinan atas penempatan personel keamanan Jepang dalam misi NATO di Ukraina.

"Jepang telah mengejar remiliterisasi secara penuh, terlibat dalam interaksi yang sering dengan sebuah organisasi militer dari luar kawasan, memperluas ruang lingkup kegiatan Pasukan Bela Diri, dan membangun sistem operasi siap tempur," kata juru bicara kementerian luar negeri China Lin Jian kepada wartawan di Beijing pada hari Senin.

Ia menanggapi pertanyaan tentang pengumuman kementerian pertahanan Jepang pada hari Jumat bahwa mereka akan mengirim empat perwira Pasukan Bela Diri (SDF) ke Organisasi Bantuan Keamanan dan Pelatihan NATO untuk Ukraina.

"Ini adalah upaya Jepang untuk melepaskan diri dari pembatasan Konstitusinya, hukum domestik dan internasional, serta prinsip yang secara eksklusif berorientasi pada pertahanan," kata Lin.

Pasca perang Rusia di Ukraina, NATO membentuk misi di Jerman pada 2024 untuk mengoordinasikan pemberian peralatan militer dan pelatihan kepada Ukraina.

"Munculnya neo-militerisme yang berbahaya di Jepang mengancam perdamaian dan stabilitas regional. Komunitas internasional harus tetap waspada tinggi dan mengambil langkah-langkah tegas untuk menghadapinya," tambahnya.

Pertukaran sengit

Menteri Pertahanan Jepang Koizumi Shinjiro mengatakan pengiriman personel mereka ke misi itu akan memperkuat kemampuan pertahanan Jepang.

Menanggapi komentar Koizumi saat Dialog Shangri-La di Singapura akhir pekan lalu, Lin mengatakan para militeris Jepang "melakukan kejahatan mengerikan dalam Perang Dunia II dan menyebabkan penderitaan tak terkatakan pada tetangga-tetangga Asia dan negara-negara Sekutu mereka."

Menteri pertahanan Jepang menyindir China secara terselubung pada hari Minggu, berjanji untuk terus memperkuat militer. Meskipun Koizumi tidak menyebut nama China, ia mengatakan bahwa "ada sebuah negara yang memiliki persenjataan nuklir yang besar dan pembom strategis. Jepang tidak memiliki senjata-senjata ini, namun Jepang dilabeli neo-militeris."

Menanggapi hal itu, Lin mengatakan: "Anggaran pertahanan terbaru Jepang telah melebihi 9 triliun yen, mencapai rekor tertinggi selama 14 tahun berturut-turut sejak Perang Dunia II. Pengeluaran pertahanan per kapita telah mencapai tiga kali lipat dari China, dan total pengeluaran pertahanan telah melonjak menjadi 2 persen dari PDB dengan rencana untuk naik lebih jauh hingga 3,5 persen."

"Pernyataan dari pejabat Jepang (Koizumi Shinjiro)... tidak memiliki dasar sama sekali. Mereka tidak memiliki otoritas di hadapan sejarah, hukum, fakta, dan angka. Tidak mungkin pernyataan seperti itu akan membantu Jepang memperoleh kepercayaan dari tetangga-tetangga Asia dan komunitas internasional," tambah Lin.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Elite Eropa dan kekuatan Amerika Selatan, ini favorit juara Piala Dunia 2026
Kanye West tarik 118.000 penonton di Istanbul, jadi salah satu konser terbesar di Eropa
Malaysia kecam pengibaran bendera Israel di Masjid Al-Aqsa sebagai 'provokasi serius'
Serangan rudal dan drone Rusia tewaskan sembilan orang di Ukraina, puluhan lainnya terluka
Piala Dunia FIFA 2026: 104 pertandingan seru di Amerika Utara — panduan singkat untuk Anda
Setidaknya 14 orang tewas lagi di selatan Lebanon saat Israel terus melanggar gencatan senjata
Trump: Gencatan senjata AS-Iran dan pembukaan Selat Hormuz diperkirakan tercapai 'pekan depan'
Indonesia dan Rusia perkuat kerja sama keamanan informasi internasional
'Jadikan Pluto sebagai planet lagi': Kepala NASA memicu kembali perdebatan tata surya
Iran serang pangkalan udara AS, 7 orang terluka, setelah serangan pada menara komunikasi Hormozgan
Serangan drone menghantam pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia: badan energi atom
Israel umumkan ofensif di selatan Lebanon, perluas okupasi
Konflik Taiwan bisa picu eskalasi nuklir antara AS dan China: IISS
Presiden Prabowo rayakan Idul Adha bersama diaspora di Paris dalam rangkaian kunjungan kenegaraan
Dalam gambar: Umat Muslim di seluruh dunia berkumpul untuk berdoa dalam perayaan Idul Adha
DPR RI apresiasi peran negara sahabat dalam pemulangan 9 WNI dari Israel
Menlu Sugiono soroti penerapan hukum internasional di Sidang DK PBB
Serangan udara Israel tewaskan 17 orang di Lebanon, salah satu pelanggaran gencatan terbesar
Quad berkumpul di Delhi, AS serukan persatuan Indo-Pasifik di tengah ketegangan dengan Iran
Jet tempur AS-Israel menyerang kapal Iran di Hormuz meski AS tahap akhir negosiasi dengan Tehran