Tujuh personel tentara Iran tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam apa yang oleh militer disebut sebagai serangan langsung AS pertama terhadap tentara Iran sejak konflik saat ini dimulai, setelah serangan rudal mengenai sebuah barak di tenggara Iran pada Rabu dini hari.
Stasiun penyiar negara IRIB melaporkan bahwa militer AS menembakkan 13 rudal ke area pemukiman dan fasilitas akomodasi di sebuah barak pasukan darat tentara Iran di kota Bampur, provinsi Sistan dan Baluchestan.
Tentara Iran mengatakan tujuh anggota Brigade ke-388 tewas dalam serangan itu, sementara beberapa lainnya luka-luka dan sedang menerima perawatan medis.
Militer mengecam serangan tersebut dan berjanji akan memberikan 'respon tegas' terhadap apa yang mereka sebut sebagai “agresi AS”.
Putaran serangan Israel sebelumnya yang dimulai pada 13 Juni dan serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari tidak menarget fasilitas tentara Iran atau Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) secara langsung.
Iran menyatakan lebih dari 30 warga sipil tewas dalam serangkaian serangan baru-baru ini di wilayah selatan
Sementara itu, lebih dari 30 warga sipil tewas dalam serangan baru-baru ini di bagian selatan Iran, kata juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani pada Rabu.
"Dalam serangan-serangan baru-baru ini di bagian selatan negara, lebih dari 30 warga sipil kehilangan nyawa," kata Mohajerani dalam sebuah unggahan di X.
Dia tidak merinci di mana serangan itu terjadi atau memberikan keterangan lebih lanjut mengenai para korban.
Secara terpisah, serangan AS menargetkan tiga lokasi di kota Bushehr di barat daya Iran pada Rabu pagi, tanpa cedera yang dilaporkan, kata gubernur provinsi tersebut, menurut Fars News Agency.
Sebuah drone jatuh di Pelabuhan Al-Faw, Irak, tanpa menimbulkan kerusakan
Sebuah drone jatuh pada Rabu di Pelabuhan Al-Faw di selatan Irak tanpa menyebabkan kerusakan, menurut Iraqi News Agency.
Otoritas di provinsi Basra mengatakan tidak ada korban jiwa atau kerugian materiil yang tercatat setelah insiden tersebut.
Tidak ada rincian lebih lanjut yang segera tersedia mengenai asal drone atau keadaan seputar jatuhnya.
Otoritas Pelabuhan Iran menyatakan bahwa proyektil AS menghantam pusat lalu lintas maritim Chabahar
Otoritas pelabuhan Iran mengatakan proyektil AS mengenai pusat pengendalian lalu lintas maritim di Pelabuhan Chabahar, tenggara Iran, dalam serangan semalam yang merusak bangunannya, kata Otoritas Pelabuhan dan Urusan Maritim di Sistan dan Baluchestan pada Rabu.
Departemen hubungan masyarakat otoritas itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pusat pengendalian lalu lintas maritim pelabuhan tersebut terkena setelah serangan AS terhadap Pelabuhan Chabahar.
Menara pengawas maritim adalah fasilitas sipil yang terutama digunakan untuk operasi pencarian dan penyelamatan bagi para nelayan di laut, serta untuk mengamankan perdagangan maritim, menurut pernyataan itu.
Dalam pernyataan tersebut tidak segera dilaporkan adanya korban.
Perkembangan ini muncul setelah Fars News Agency sebelumnya melaporkan, mengutip seorang pejabat provinsi, bahwa silo penyimpanan gandum dan lokasi lain di provinsi Khuzestan, barat daya Iran, terkena proyektil AS semalaman.
Pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan terhadap Iran akan berlanjut dan intensitasnya meningkat dalam beberapa hari mendatang, memperingatkan bahwa AS akan mulai menarget pembangkit listrik dan jembatan negara itu minggu depan kecuali Teheran kembali ke meja perundingan.
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat beberapa hari terakhir terkait Selat Hormuz, dengan kedua pihak saling melakukan serangan meskipun ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan yang bertujuan mengakhiri konflik dan mencapai perjanjian damai yang berkelanjutan.
Iran juga mengirim surat kepada PBB yang menuduh AS melanggar Nota Kesepahaman Islamabad.





















