DUNIA
2 menit membaca
Korea Utara uji coba rudal jelajah dan anti-kapal dari kapal perusak angkatan laut
Pyongyang sebelumnya menyebut kapal perusak Choe Hyon dilengkapi “senjata paling kuat”, dan menurut anggota parlemen Korea Selatan, Korea Utara tampak mempercepat pembangunan kapal perang ketiga sejenis.
Korea Utara uji coba rudal jelajah dan anti-kapal dari kapal perusak angkatan laut
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menghadiri peluncuran rudal bersama pejabat senior pertahanan dan angkatan laut. / AP
6 jam yang lalu

Korea Utara menyatakan telah melakukan uji coba dua rudal jelajah strategis dan tiga rudal anti-kapal dari kapal perusak angkatan laut Choe Hyon.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyaksikan langsung peluncuran tersebut pada Minggu bersama para pejabat senior pertahanan dan angkatan laut, lapor Korean Central News Agency (KCNA) pada Selasa.

Latihan ini bertujuan untuk menguji sistem kendali senjata terintegrasi kapal perang tersebut serta sistem navigasi anti-jamming yang telah ditingkatkan, sekaligus membiasakan awak kapal dengan proses peluncuran.

Menurut KCNA, rudal jelajah tersebut terbang selama 7.869 hingga 7.920 detik, sementara rudal anti-kapal meluncur selama 1.960 hingga 1.973 detik mengikuti lintasan yang telah ditentukan di atas Laut Kuning dan berhasil mengenai target dengan “akurasi ultra-presisi”.

KCNA juga melaporkan bahwa Kim menerima penjelasan terkait perencanaan sistem persenjataan untuk dua kapal perusak tambahan yang sedang dibangun, yang disebut sebagai “Nomor 3 dan 4”. Ia menyatakan kepuasan atas kemajuan pertahanan Korea Utara yang dinilai telah “diperkuat secara kualitatif melalui berbagai pencapaian”.

Ia kembali menegaskan bahwa penguatan daya tangkal nuklir negara tetap menjadi prioritas utama, serta menyerukan peningkatan kemampuan serangan dan kesiapan respons cepat yang lebih maju.

“Ini adalah garis pertahanan nasional yang tidak berubah dari partai kami dan tugas prioritas paling penting untuk terus dan tanpa batas memperkuat daya tangkal perang nuklir yang kuat dan andal,” ujar Kim, seraya menekankan “tugas penting untuk semakin memperkuat kemampuan serangan strategis dan taktis, sebagai komponen kunci dari daya tangkal nuklir, serta meningkatkan dan menyempurnakan kesiapan respons cepat.”

Pekan lalu, Korea Utara juga menguji coba rudal balistik taktis yang dilengkapi hulu ledak munisi klaster, yang diklaim mampu menghancurkan area sasaran dengan kekuatan tinggi.

Sebelumnya, Korea Utara menyebut Choe Hyon dilengkapi dengan “senjata paling kuat”, dan Kim telah beberapa kali melakukan inspeksi terhadap kapal tersebut sejak bulan lalu.

Seorang anggota parlemen Korea Selatan bulan ini menyebut Korea Utara tampak mempercepat pembangunan kapal perusak ketiga sejenis di pelabuhan barat Nampo.

SUMBER:TRT World & Agencies