DUNIA
2 menit membaca
Kemenkes pastikan WNA kontak erat Hantavirus di Indonesia negatif
Kemenkes RI memastikan WNA kontak erat kasus Hantavirus di MV Hondius hasilnya negatif, namun tetap menjalani pemantauan ketat sebagai langkah antisipasi.
Kemenkes pastikan WNA kontak erat Hantavirus di Indonesia negatif
Kapal Spanyol yang Terinfeksi Hantavirus. / AP

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan hasil pemeriksaan terhadap seorang WNA yang sempat berkontak erat dengan penumpang terinfeksi Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menunjukkan hasil negatif.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan Indonesia menerima notifikasi dari International Health Regulation (IHR) National Focal Point pada 7 Mei 2026 terkait seorang WNA berusia 60 tahun yang berdomisili di Jakarta Pusat.

“Yang bersangkutan merupakan kontak erat dari kasus kedua yang meninggal dunia dan sempat berada dalam satu penerbangan dari Saint Helena ke Johannesburg. Hasil laboratorium menunjukkan pasien negatif Hantavirus,” ujar Andi dalam konferensi pers daring, Senin (11/5).

Meski hasilnya negatif dan tanpa gejala, pasien tetap dalam pengawasan di RSPI Sulianti Saroso.

Kemenkes juga telah melakukan penyelidikan epidemiologi, pelacakan perjalanan, serta pemeriksaan kesehatan sejak menerima laporan pada 8 Mei 2026.

“Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak notifikasi, investigasi sudah dilakukan,” kata Andi.

Pemantauan lanjutan dilakukan oleh petugas Puskesmas Kecamatan Senen, sesuai protokol kesehatan untuk kontak erat, termasuk anjuran work from home (WFH).

Kemenkes juga mengingatkan kewaspadaan masyarakat karena dalam klaster global, kasus di kapal tersebut menyebabkan tiga kematian dengan tingkat fatalitas 37,5 persen menurut WHO.

Kasus ini berasal dari klaster infeksi pernapasan akut di kapal MV Hondius dengan virus Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) strain Andes yang menular melalui paparan hewan pengerat.

Meski begitu, Indonesia menegaskan belum pernah melaporkan kasus HPS, dan hanya mencatat HFRS dalam jumlah terbatas sejak 1991 tanpa penularan dari tikus ke manusia.

TerkaitTRT Indonesia - Bagaimana hantavirus menyebar?
SUMBER:TRT Indonesia