Perusahaan energi Italia Eni mengumumkan hasil uji sumur eksplorasi Geliga-1 di lepas pantai Indonesia menunjukkan produktivitas reservoir gas yang sangat tinggi, memperkuat potensi strategis Cekungan Kutei serta membuka peluang percepatan pengembangan proyek di wilayah tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis dari San Donato Milanese, Italia, Kamis (7/5), Eni menyebut uji Drill Stem Test (DST) berhasil membuktikan kemampuan produksi reservoir dengan tingkat aliran mencapai 60 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD), meski masih dibatasi kapasitas fasilitas pengeboran dan dengan penurunan tekanan yang sangat minim.
Berdasarkan hasil pengujian itu, sumur Geliga-1 diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 200 MMSCFD gas secara berkelanjutan serta sekitar 10.000 barel kondensat per hari.
Penemuan Geliga-1 berada di Blok Ganal, Cekungan Kutei, sekitar 70 kilometer dari pesisir Kalimantan Timur. Sumur tersebut dibor di kedalaman laut sekitar 2.000 meter dan mencapai total kedalaman sekitar 5.100 meter.
Eni menjelaskan bahwa sumur itu menemukan kolom gas besar pada lapisan Miosen dengan karakteristik petrofisika yang dinilai sangat baik. Hasil pengujian turut memperkuat estimasi awal cadangan di tempat mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan sekitar 300 juta barel kondensat.
Eksplorasi pengembangan
Eni menyatakan saat ini tengah menyiapkan Plan of Development (POD) yang direncanakan diajukan kepada pemerintah Indonesia dalam beberapa pekan mendatang. Perusahaan menargetkan percepatan pembangunan hub produksi ketiga di Cekungan Kutei.
Aset tersebut termasuk dalam portofolio 19 blok migas yang terdiri atas 14 blok di Indonesia dan lima blok di Malaysia, yang akan dialihkan ke Searah, perusahaan patungan yang dikendalikan bersama oleh Eni dan PETRONAS. Kesepakatan pembentukan perusahaan itu sebelumnya diumumkan pada November 2025.
Eni menyebut Searah akan menggabungkan aset, kemampuan teknis, dan kapasitas finansial untuk memperkuat ekspansi di Asia Tenggara. Rencana bisnis perusahaan mencakup pengembangan sekitar 3 miliar barel setara minyak (boe) dari sumber daya yang telah ditemukan, sekaligus membuka potensi eksplorasi baru.
Eni telah beroperasi di Indonesia sejak 2001 dan kini memiliki portofolio hulu migas yang mencakup eksplorasi, pengembangan, dan produksi. Produksi bersih perusahaan saat ini mencapai sekitar 90.000 barel setara minyak per hari, terutama berasal dari lapangan Jangkrik dan Merakes di lepas pantai Kalimantan Timur.












