ASIA
2 menit membaca
Indonesia: Persatuan dan solidaritas ASEAN kunci utama di tengah gejolak dunia
“Di tengah dunia yang semakin tidak menentu, ASEAN tetap menjadi mitra yang terpercaya, stabil, dan dapat diandalkan,” ujar Sugiono di hadapan para delegasi.
Indonesia: Persatuan dan solidaritas ASEAN kunci utama di tengah gejolak dunia
Menlu RI Sugiono menyerukan persatuan dan solidaritas ASEAN di tengah gejolak dunia. /Foto: Kemlu RI

Di tengah meningkatnya ketegangan global, khususnya akibat konflik di Timur Tengah, Indonesia menyerukan penguatan solidaritas dan koordinasi di antara negara-negara Asia Tenggara. 

Seruan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) yang digelar di Cebu pada 7 Mei 2026.

Dalam forum yang dihadiri para menlu negara anggota serta Sekretaris Jenderal ASEAN itu, Sugiono menekankan pentingnya respons kolektif kawasan terhadap dampak krisis global yang kian kompleks. Ia menilai, di tengah ketidakpastian dunia, ASEAN harus tetap tampil sebagai pilar stabilitas yang dapat diandalkan.

“Di tengah dunia yang semakin tidak menentu, ASEAN tetap menjadi mitra yang terpercaya, stabil, dan dapat diandalkan,” ujar Sugiono di hadapan para delegasi.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah Filipina selaku ketua ASEAN tahun ini yang dinilai aktif mengoordinasikan respons bersama terhadap berbagai krisis, termasuk dinamika di Timur Tengah.

Menurut Sugiono, meningkatnya jumlah negara yang bergabung dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) menunjukkan kepercayaan internasional yang terus menguat terhadap ASEAN. Karena itu, ia menekankan pentingnya memperdalam kemitraan dengan negara mitra guna menghasilkan kerja sama yang lebih konkret dan relevan bagi kepentingan bersama.

Dalam konteks perluasan jejaring mitra, Indonesia secara terbuka mendukung langkah Turkiye untuk segera menjadi mitra wicara ASEAN. Dukungan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan diplomasi dan kerja sama kawasan.

Selain isu global, Sugiono kembali menyoroti pentingnya menjaga stabilitas di Myanmar serta melanjutkan dukungan terhadap proses keanggotaan Timor-Leste di ASEAN.

Pertemuan AMM ini merupakan bagian dari rangkaian KTT ASEAN ke-48 yang berlangsung di bawah keketuaan Filipina dengan mengusung tema “Navigating Our Future, Together”. Fokus utama pembahasan mencakup respons kolektif ASEAN terhadap dinamika geopolitik global, termasuk situasi di Timur Tengah.

Sugiono dijadwalkan mendampingi Presiden RI dalam KTT ASEAN yang berlangsung hari ini pada 8 Mei 2026. Dalam keseluruhan rangkaian pertemuan, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong persatuan dan sentralitas ASEAN, sekaligus memperkuat ketahanan kawasan, termasuk di sektor pangan dan energi.

TerkaitTRT Indonesia - Prabowo serukan ketahanan energi dan pangan kawasan saat pemimpin ASEAN berkumpul di Filipina
SUMBER:TRT Indonesia