Bank Indonesia memberikan penjelasan kepada investor dari Eropa, Amerika Serikat, dan Asia setelah keputusan mengejutkan menaikkan suku bunga acuan pekan ini, menurut keterangan pejabat bank sentral kepada Reuters.
Wakil Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan komunikasi dilakukan melalui dua sesi konferensi dengan investor. Pertama pada Selasa malam waktu setempat bersama investor Eropa dan AS, kemudian dilanjutkan pada Rabu dengan investor Asia serta domestik.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan alasan di balik kenaikan suku bunga di luar jadwal (off-cycle) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen pada Selasa (9/6). Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar.
Sebelumnya, rupiah sempat menyentuh level terendah sepanjang sejarah di 18.190 per dolar AS pada Senin. Namun, mata uang tersebut menguat setelah pengumuman kenaikan suku bunga dan melanjutkan penguatan hingga sekitar 18.000 per dolar pada perdagangan Rabu pagi.
Bank Indonesia menilai langkah tersebut diperlukan untuk meredam volatilitas dan menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan global terhadap mata uang negara berkembang.










