DUNIA
2 menit membaca
Indonesia dan Rusia perkuat kemitraan strategis di sektor perdagangan, energi dan pertanian
Salah satu topik utama yang dibahas kedua negara ini adalah ratifikasi (I-EAEU FTA), serta rencana kolaborasi pengembangan kawasan ekonomi khusus serta agenda promosi dagang.
Indonesia dan Rusia perkuat kemitraan strategis di sektor perdagangan, energi dan pertanian
Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama PM Rusia Denis Manturo di Kazan, Rusia. (Foto: Kemenko Ekonomi)

Pemerintah Indonesia dan Federasi Rusia mempertegas arah kemitraan ekonomi bilateral melalui rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 yang digelar di Kazan, Rusia, Selasa (12/5). 

Pertemuan tingkat tinggi ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi kerja sama yang telah berjalan, tetapi juga menandai penyepakatan langkah strategis ke depan melalui penandatanganan dokumen Agreed Minutes.

Dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov selaku ketua bersama, forum tersebut menyoroti penguatan hubungan ekonomi di tengah dinamika global. 

Keduanya terlebih dahulu menggelar pertemuan terbatas guna meninjau implementasi hasil SKB sebelumnya sekaligus mengidentifikasi agenda prioritas yang masih memerlukan percepatan.

Dalam pembahasan, kedua negara menitikberatkan pada perluasan akses pasar, penguatan kerja sama pertanian, energi terbarukan, hingga peningkatan investasi—termasuk di kawasan ekonomi khusus. Selain itu, aspek kerangka hukum dan kelembagaan turut menjadi perhatian guna memastikan keberlanjutan kemitraan jangka panjang.

TerkaitTRT Indonesia - FTA Indonesia–EAEU buka akses ke blok perdagangan Eurasia senilai $2,56 triliun

Salah satu isu penting yang dibahas adalah perkembangan ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA), yang ditandatangani pada Desember 2025 dan kini memasuki proses domestik. 

Perjanjian ini diproyeksikan membuka akses lebih luas bagi produk unggulan Indonesia seperti minyak sawit, kopi, kakao, perikanan, tekstil, alas kaki, hingga furnitur ke pasar Eurasia.

“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra paling strategis di kawasan Eurasia. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama yang telah berjalan dan mendorong penyelesaian berbagai agenda prioritas,” ujar Airlangga. 

Sementara itu, Manturov menegaskan komitmen Moskow untuk terus memperluas hubungan ekonomi melalui sektor-sektor strategis.

Secara sektoral, diskusi mencakup peluang ekspor produk agro Indonesia, penjajakan impor daging serta pupuk, hingga kerja sama energi yang meliputi rencana pembelian minyak, pengembangan ladang migas, proyek kilang GRR Tuban, dan potensi energi nuklir.

TerkaitTRT Indonesia - Redam dampak perang, Rusia sepakat pasok 150 juta barel minyak ke Indonesia

Di bidang perdagangan, pemerintah Indonesia juga mendorong percepatan ekspor sekaligus implementasi perjanjian dagang dengan EAEU.

Melalui dokumen Agreed Minutes, kedua negara menyepakati peta jalan kerja sama yang mencakup transisi energi dan pembangunan industri, modernisasi sektor pangan, kolaborasi teknologi dan pendidikan, serta penguatan sektor sosial seperti kesehatan, pariwisata, dan pertukaran budaya. 

Airlangga menekankan bahwa dokumen ini akan menjadi acuan implementasi konkret ke depan. “Dokumen ini menjadi acuan penting bagi kedua negara dalam memperkuat implementasi kerja sama serta memetakan potensi yang belum tergarap optimal,” katanya.

Selain itu, kedua pihak juga membahas rencana kolaborasi pengembangan kawasan ekonomi khusus serta agenda promosi dagang. 

Rusia menyoroti kesiapan Indonesia sebagai negara mitra dalam pameran industri INNOPROM 2026, sementara Indonesia mengundang Rusia untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2026.

TerkaitTRT Indonesia - Wamenperin dorong penguatan kerja sama industri strategis Indonesia–Rusia
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi