ASIA
2 menit membaca
14 masih hilang usai kapal migran dari Indonesia tenggelam di perairan Malaysia
Kapal tersebut membawa total 37 orang migran, hingga saat ini 23 penumpang berhasil diselamatkan dalam operasi pencarian yang masih berlangsung.
14 masih hilang usai kapal migran dari Indonesia tenggelam di perairan Malaysia
Malaysia melanjutkan pencarian 14 orang yang hilang setelah kapal migran terbalik. /Foto: MMEA

Sebuah kapal yang mengangkut puluhan migran diduga asal Indonesia tenggelam di perairan dekat Pulau Pangkor, di pesisir barat Malaysia, pada Senin dini hari. Otoritas setempat melaporkan sedikitnya 14 orang masih hilang, sementara 23 lainnya berhasil diselamatkan dalam operasi pencarian yang masih berlangsung.

Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) wilayah Perak menyatakan insiden tersebut pertama kali diketahui setelah seorang nelayan lokal menemukan sejumlah korban selamat terapung di laut dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Dari penyelidikan awal, kapal tersebut membawa total 37 orang migran.

“Sejauh ini, 23 korban berhasil diselamatkan sementara upaya pencarian terhadap korban lainnya masih berlangsung,” kata Direktur MMEA Perak Mohamad Shukri Khotob dalam pernyataan resminya.

Ia menambahkan, hasil investigasi sementara menunjukkan para migran berangkat dari Kisaran, Sumatra, pada 9 Mei dan bertujuan menuju beberapa wilayah di Malaysia, termasuk Penang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur.

Untuk mempercepat pencarian korban hilang, MMEA telah mengerahkan berbagai aset, mulai dari kapal patroli hingga helikopter dan pesawat pengintai. Sementara itu, para korban selamat telah diserahkan kepada kepolisian Malaysia guna menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.

Malaysia selama ini menjadi salah satu tujuan utama pekerja migran dari berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, terutama di sektor konstruksi dan pertanian. Namun, jalur masuk ilegal yang kerap difasilitasi jaringan perdagangan manusia membuat perjalanan laut seperti ini berisiko tinggi.

Insiden serupa bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut.

Pada November 2025, sebuah kapal yang membawa migran juga terbalik di perairan perbatasan Thailand-Malaysia, menewaskan sedikitnya 36 orang dalam salah satu tragedi paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.

TerkaitTRT Indonesia - Korban Rohingya di Laut Andaman bertambah, 31 jenazah ditemukan


SUMBER:AFP