ASIA
2 menit membaca
Presiden Prabowo pimpin Hari Bhayangkara, tekankan kepercayaan publik hingga penguasaan AI
Dalam pidatonya, kepala negara menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai fondasi utama institusi kepolisian di tengah tantangan keamanan yang kian kompleks.
Presiden Prabowo pimpin Hari Bhayangkara, tekankan kepercayaan publik hingga penguasaan AI
Presiden Prabowo Subianto memimpin Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan Brimob, Bogor pada Rabu, 1 Juli 2026.

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan Brimob, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu, dengan menyampaikan sejumlah arahan strategis kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). 

Dalam pidatonya, kepala negara menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai fondasi utama institusi kepolisian di tengah tantangan keamanan yang kian kompleks.

Menurut Prabowo, legitimasi Polri di mata masyarakat tidak dapat dilepaskan dari tingkat kepercayaan yang diberikan rakyat. “Pertama, jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi,” ujarnya di hadapan jajaran kepolisian.

Selain itu, Presiden menegaskan bahwa kehadiran polisi harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan yang responsif dan berpihak. Ia mengingatkan bahwa aparat penegak hukum berperan sebagai pelindung dan pengayom, bukan sumber kesulitan bagi warga.

TerkaitTRT Indonesia - Prabowo terima Kapolri, stabilitas keamanan jadi sorotan jelang Hari Bhayangkara 2026

Prabowo juga menekankan bahwa seluruh fasilitas dan kesejahteraan aparat negara berasal dari rakyat, sehingga harus dibalas dengan pengabdian yang tulus.

Dalam aspek penegakan hukum, Prabowo meminta Polri menjunjung tinggi keadilan dan keberanian dalam membela kebenaran, terutama bagi kelompok rentan. Ia menegaskan aparat tidak boleh tunduk pada tekanan pihak manapun. 

“Jangan pernah takut kepada siapapun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Menghadapi dinamika kejahatan modern, Presiden mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia Polri, termasuk penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI). Ia menilai kemampuan tersebut menjadi kunci untuk menghadapi ancaman yang semakin canggih dan lintas batas.

Lebih jauh, Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut Polri tidak dapat bekerja sendiri dan harus memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, serta elemen bangsa lainnya untuk menjaga stabilitas nasional.

Menutup arahannya, Presiden meminta institusi kepolisian terus melakukan pembenahan internal dengan mengedepankan sikap rendah hati dan keterbukaan terhadap perubahan. 

Ia juga menyampaikan apresiasi atas upaya Polri dalam meningkatkan profesionalisme, disiplin, pelayanan publik, serta memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak.

TerkaitTRT Indonesia - Polisi kerahkan ribuan personel untuk kawal aksi massa di lima titik Jakarta Pusat
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi