Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/10), menyebabkan puluhan rumah dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. Satu warga dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapat penanganan medis, sementara tidak ada laporan pengungsian.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sedikitnya 20 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Sejumlah fasilitas umum juga terdampak, sementara proses pendataan kerusakan dan kebutuhan masyarakat masih berlangsung.
Berdasarkan pembaruan pemerintah daerah, jumlah kerusakan kemudian tercatat mencapai 56 rumah, terdiri dari 50 rumah rusak ringan, enam rusak sedang, dan satu rusak berat. Kerusakan tersebar di Kecamatan Kodi, Kodi Utara, Kodi Bangedo, Kodi Balaghar, Wewewa Selatan, dan Kota Tambolaka.
Fasilitas yang terdampak mencakup sejumlah gereja, rumah sakit, puskesmas, sekolah, balai desa, serta kantor PLN. Di antaranya Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Billa Cenge, Gereja Katedral Waitabula, RSUD Pratama Reda Bolo, Puskesmas Tanggaba, Puskesmas Kori, Pustu Kalena Rongo, SD Katolik Manu Toghi, SD Negeri Walaingira, dan Kantor PLN Cabang Kodi.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pembaruan data korban, kerusakan, serta kebutuhan warga terus dilakukan berdasarkan asesmen di lapangan.
“Pemutakhiran data korban, kerusakan, dan kebutuhan masyarakat juga dilakukan seiring dengan hasil asesmen di lapangan,” kata Berton dalam keterangan BNPB, Minggu (4/10/2026).
Gempa terjadi pada pukul 05.55 WIB atau 06.55 WITA dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, pada kedalaman 10 kilometer. BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
German Research Center for Geosciences (GFZ) juga mencatat gempa berkekuatan 5,9 dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan cukup kuat di Sumba Barat Daya dan Sumba Barat, serta wilayah pesisir bagian barat Pulau Sumba.
Posko awal penanganan bencana telah didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya. Sebanyak 173 personel telah disiagakan untuk mendukung pemantauan dan penanganan apabila diperlukan, terdiri atas 30 personel Kodim 1613/Sumba Barat, 68 personel Kodim 1629/Sumba Barat Daya, dan 75 personel Yonif TP 930/TT.
Sejumlah warga sempat meninggalkan rumah saat gempa terjadi, tetapi kondisi kemudian dilaporkan kembali kondusif. Hingga pembaruan terakhir, tidak ada korban meninggal maupun luka berat.





















