Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh memastikan belum menerima laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10).
"Sampai siaran pers ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut," demikian pernyataan KBRI Riyadh yang dikutip Antara, Minggu (11/10).
KBRI menyatakan proses verifikasi masih dilakukan untuk memastikan kemungkinan adanya WNI yang terluka dalam insiden tersebut.
Menurut data Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA), serangan itu menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya.
Korban tewas terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta sejumlah warga negara asing asal Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Menyusul insiden tersebut, operasional penerbangan di Bandara Internasional King Khalid ditangguhkan sementara untuk memastikan keselamatan penumpang dan memungkinkan pemeriksaan struktur bangunan.
KBRI Riyadh mengimbau lebih dari 360.000 WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke kawasan sekitar bandara.
WNI yang memiliki jadwal penerbangan juga diminta mengonfirmasi kembali jadwal keberangkatan kepada maskapai masing-masing.
"WNI diimbau untuk tetap tenang, mematuhi petunjuk dari otoritas setempat, dan memantau perkembangan situasi melalui saluran-saluran resmi," kata KBRI.

















