ASIA
2 menit membaca
Malaysia bawa agenda krisis kabut asap lintas batas ke ASEAN imbas asap karhutla Indonesia
Menlu Negeri Jiran Mohamad Hasan mengatakan bahwa negaranya membawa agenda kabut asap lintas batas ke pertemuan Menteri ASEAN di Manila bulan depan.
Malaysia bawa agenda krisis kabut asap lintas batas ke ASEAN imbas asap karhutla Indonesia
Kabut asap menyelimuti dan memicu kualitas udara buruk di Kuala Lumpur, Malaysia. /AFP

Malaysia akan membawa persoalan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia ke pertemuan para menteri luar negeri ASEAN menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-49 di Manila bulan depan.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan mekanisme penanggulangan bencana ASEAN saat ini belum cukup untuk menangani pencemaran asap lintas negara. Menurutnya, kabut asap belum dikategorikan sebagai bencana alam dalam kerangka kerja sama regional tersebut.

“Kita sudah memiliki mekanisme ASEAN untuk bencana alam, tetapi kabut asap tidak termasuk atau diklasifikasikan sebagai bencana alam,” kata Mohamad kepada wartawan di Sepang, Senin (12/10) seperti dilaporkan kantor berita Bernama.

Dalam penjelasannya, Mohamad mengakui Indonesia telah mengerahkan sekitar 60.000 personel untuk memadamkan kebakaran. Namun, operasi pemadaman terkendala asap tebal yang membatasi jarak pandang. Sebanyak 34 pesawat dan 34 helikopter dilaporkan tidak dapat beroperasi akibat kondisi tersebut.

Upaya pemadaman juga menghadapi tantangan berupa lokasi kebakaran yang terpencil, keterbatasan pasokan air, serta api bawah permukaan di lahan gambut yang terus bertahan. Operasi modifikasi cuaca melalui penyemaian awan pun belum dapat dilakukan karena tidak tersedianya awan yang sesuai untuk menghasilkan hujan.

Meski mengakui upaya Indonesia dalam mengendalikan kebakaran, Mohamad mendesak langkah yang lebih efektif mengingat dampak kabut asap terhadap masyarakat Malaysia.

Kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan gambut berulang kali mengganggu kawasan Asia Tenggara, terutama Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Persoalan ini juga memicu kekhawatiran mengenai dampak kesehatan masyarakat serta efektivitas kerja sama lingkungan antarnegara ASEAN.

TerkaitTRT Indonesia - Polusi udara memburuk akibat kabut asap Indonesia, Malaysia tutup sekolah di lima negara bagian
SUMBER:AA
Jelajahi
Indonesia perkuat kapasitas nuklir lewat program pelatihan Jepang-AS
Polisi tahan tiga petinggi perusahaan terkait tragedi tenggelamnya kapal feri di Laut Jawa
Kemenkeu: Defisit APBN Indonesia capai Rp 319 triliun hingga September 2026
Pemerintah siapkan 1 juta ton beras bagi 33,2 juta warga
Satgas PKH tertibkan 6,2 juta hektare hutan dan himpun Rp52 triliun untuk negara
Populasi lapas capai 271.602 orang, pemerintah siapkan pusat rehabilitasi narkotika
Pemerintah pulihkan infrastruktur nasional di tiga provinsi Sumatera pascabencana
Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup usai taklukkan Thailand lewat adu penalti
Distribusi terganggu El Nino, Kementerian ESDM pastikan stok BBM nasional aman
Prabowo: Penyelundupan dan pencurian SDA ancam kedaulatan Indonesia
Densus 88 tangkap 12 terduga teroris, ungkap jaringan lintas enam provinsi
Presiden Prabowo lantik 26 anggota Wantimpres sebagai pemberi pertimbangan kebijakan
Gempa M5,9 guncang Sumba Barat Daya, 56 rumah dan 13 fasilitas umum rusak
HUT ke-81 TNI, Presiden Prabowo resmikan 204 satuan baru dan anugerahkan Bintang Mahaputera
Polda Kepri sita tiga mesin pesawat selundupan senilai Rp30 miliar
Presiden Prabowo dijadwalkan hadiri peringatan HUT ke-81 TNI di Cilangkap
Korea Selatan bidik kerja sama pertahanan lebih luas dengan Indonesia
361 personel Jepang dianugerahkan penghargaan usai bantu pemadaman karhutla di Kalimantan
BNPB padamkan hampir 3.800 hektare karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Polri tahan kapten KMP Virgo saat pencarian korban masih berlanjut di Laut Jawa