ASIA
2 menit membaca
Pemerintah pulihkan infrastruktur nasional di tiga provinsi Sumatera pascabencana
Setelah pemulihan infrastruktur nasional rampung, pemerintah kini mengarahkan perhatian pada jalan dan jembatan daerah untuk mengembalikan konektivitas masyarakat di wilayah terdampak.
Pemerintah pulihkan infrastruktur nasional di tiga provinsi Sumatera pascabencana
Pemerintah mempercepat penyediaan tempat tinggal, sebanyak 2.085 unit telah rampung hingga 5 Oktober 2026. / BPMI Setpres RI

Pemerintah menyatakan seluruh jalan dan jembatan nasional di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana telah kembali pulih. Hingga Senin (5/10), tingkat pemulihan infrastruktur nasional di tiga provinsi tersebut telah mencapai 100 persen.

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Amran, menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers mengenai penanganan bencana Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.

“Untuk infrastruktur jalan nasional dan jembatan nasional itu sudah 100 persen hingga hari ini,” kata Amran, yang juga menjabat Direktur Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara pada Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri.

Setelah pemulihan infrastruktur nasional rampung, pemerintah kini mengarahkan perhatian pada jalan dan jembatan daerah untuk mengembalikan konektivitas masyarakat di wilayah terdampak. Pemulihan jalan daerah di Aceh telah mencapai 94,20 persen, Sumatera Utara 98,53 persen, dan Sumatera Barat 83,23 persen.

Untuk jembatan daerah, progresnya masing-masing mencapai 58,93 persen di Aceh, 93,98 persen di Sumatera Utara, dan 59,50 persen di Sumatera Barat. Pekerjaan masih berlangsung dengan dukungan TNI Angkatan Darat dan Polri, termasuk pembangunan sejumlah jembatan Bailey.

Selain konektivitas, pemerintah juga mempercepat penyediaan tempat tinggal bagi warga yang terdampak bencana. Dari target 57.027 unit hunian tetap, sebanyak 2.085 unit telah rampung hingga 5 Oktober 2026. Pembangunan dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan lahan hingga pembangunan fisik.

Pembangunan hunian sementara

Sementara itu, pembangunan hunian sementara hampir sepenuhnya selesai. Dari 20.803 unit yang ditargetkan, sebanyak 20.770 unit atau sekitar 99,8 persen telah dibangun.

Pemulihan layanan dasar juga menunjukkan perkembangan. Pemerintah menyebut fasilitas kesehatan dan pendidikan di wilayah terdampak telah kembali berfungsi secara penuh.

Dari 1.593 rumah ibadah yang terdampak bencana, sebanyak 1.558 telah kembali digunakan. Sementara itu, rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap 490 lembaga pendidikan keagamaan masih berlangsung.

Layanan listrik, SPBU, dan akses internet di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat juga telah berfungsi 100 persen. Di sisi lain, normalisasi sungai dan muara terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana berikutnya.

Satgas PRR akan terus memantau pembangunan infrastruktur daerah dan hunian, sekaligus pekerjaan normalisasi sungai serta muara. Pemerintah menargetkan seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat diselesaikan sesuai jadwal agar masyarakat kembali memperoleh akses konektivitas, tempat tinggal, dan layanan dasar secara optimal.

TerkaitTRT Indonesia - Prabowo awali 2026 di daerah terdampak bansor Sumatera dan pemerintah janji percepatan pemulihan


SUMBER:TRT Indonesia