BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Eni lepas porsi saham di blok migas Indonesia ke Pertamina dan Medco Energi
Eni menyepakati penjualan porsi sahamnya di sejumlah blok migas Indonesia kepada Pertamina dan Medco Energi. Langkah strategis ini memperkuat kedaulatan serta kendali pasokan gas nasional di kawasan Kalimantan Timur.
Eni lepas porsi saham di blok migas Indonesia ke Pertamina dan Medco Energi
Logo PT Medco Energi Internasional Tbk di gedungnya di Jakarta, 11 Februari 2026. REUTERS/Willy Kurniawan

Perusahaan energi asal Italia, Eni, resmi menyepakati dua perjanjian pengalihan porsi kepemilikan (participating interest) di sejumlah blok migas lepas pantai Indonesia kepada PT Pertamina (Persero) dan PT Medco Energi Internasional Tbk. Transaksi strategis ini dinilai kian memperkuat kendali nasional atas pengelolaan sumber daya gas bumi di tanah air.

Dalam kesepakatan pertama, Eni melepas 10 persen saham di Blok East Sepinggan, North Ganal, dan Rapak kepada anak perusahaan upstream milik Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Kesepakatan ini secara otomatis meningkatkan porsi kepemilikan Pertamina di Blok East Sepinggan menjadi 25 persen.

Aset yang dialihkan tersebut mencakup lapangan gas yang sudah berproduksi seperti Merakes dan East Merakes, serta temuan cadangan gas Geng North–Gehem yang tengah dikembangkan melalui proyek North Hub—salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

Juru Bicara Pertamina Hermansyah Nasroen menyatakan bahwa akuisisi ini akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengoptimalkan aset perusahaan di kawasan tersebut.

"Partisipasi Pertamina dalam aset-aset ini dapat secara langsung mendukung dan memajukan Proyek Kutei North Hub, yang terhubung langsung dengan infrastruktur yang sudah dimiliki Pertamina," ujar Hermansyah seperti dikutip dari Reuters, Senin (12/10).

Sementara itu, pada perjanjian kedua, Eni melepas 10 persen hak partisipasi di empat blok migas Wilayah Kerja Kutai Basin, Kalimantan Timur—yaitu Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal—kepada Medco Energi. Blok-blok tersebut saat ini dioperasikan oleh Searah, perusahaan patungan antara Eni dan Petronas.

Direktur Utama Medco Energi Ronald Gunawan menyampaikan bahwa aset yang diakuisisi mencakup Lapangan Jangkrik yang berproduksi, proyek gas Maha, Gendalo, dan Gandang di South Hub, serta temuan raksasa gas Geliga yang diperkirakan memiliki cadangan 5 triliun kaki kubik gas dan 300 juta barel kondensat.

"Transaksi ini melengkapi portofolio kami di Indonesia dan memperluas keberadaan kami dalam rantai nilai gas alam cair (LNG) yang sudah mapan," pungkas Ronald.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi