DUNIA
2 menit membaca
Israel larang pesawat Ethiopian Airlines mendarat di Tel Aviv karena pilot asal Indonesia
Otoritas Israel telah meminta maskapai asing untuk tidak menugaskan awak pesawat berkewarganegaraan negara-negara tertentu tanpa hubungan diplomatik dengan Israel pada penerbangan menuju negara tersebut.
Israel larang pesawat Ethiopian Airlines mendarat di Tel Aviv karena pilot asal Indonesia
Israel memerintahkan sebuah pesawat Ethiopian Airlines yang menuju Tel Aviv untuk kembali ke Addis Ababa. / Reuters

Israel memerintahkan sebuah pesawat Ethiopian Airlines yang menuju Tel Aviv untuk kembali ke Addis Ababa setelah otoritas mengetahui bahwa salah satu pilotnya berkewarganegaraan Indonesia, menurut laporan media Israel pada Senin (12/10). Pesawat tersebut kemudian melanjutkan perjalanan setelah pilot itu digantikan oleh pilot lain.

Kanal televisi Israel Channel 12 melaporkan, pesawat itu telah terbang sekitar satu jam dari Addis Ababa dan masih berada di wilayah udara Ethiopia ketika perintah untuk berbalik arah dikeluarkan.

Kewarganegaraan pilot tersebut dilaporkan telah diketahui oleh badan intelijen Israel dan otoritas bandara, sehingga petugas keamanan serta Kementerian Transportasi Israel melarang pesawat itu mendarat.

Pesawat kemudian kembali ke Addis Ababa untuk mengganti pilot sebelum terbang kembali menuju Tel Aviv dan mendarat dengan selamat.

Menurut laporan tersebut, Ethiopian Airlines menyebut insiden itu sebagai kekeliruan dan mengaku tidak mengetahui bahwa pilot tersebut tidak diizinkan mengoperasikan penerbangan menuju Israel. Hingga laporan diterbitkan, belum ada pernyataan langsung dari pihak Ethiopian Airlines maupun pemerintah Indonesia.

Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Channel 12 melaporkan bahwa otoritas Israel telah meminta maskapai asing untuk tidak menugaskan awak pesawat berkewarganegaraan negara-negara tertentu tanpa hubungan diplomatik dengan Israel pada penerbangan menuju negara tersebut.

Pembatasan itu mencakup warga negara Afghanistan, Aljazair, Indonesia, Iran, Irak, Kuwait, Niger, Qatar, Arab Saudi, Somalia, dan Venezuela.

Laporan tersebut muncul setelah Channel 12 mengungkapkan bahwa lebih dari 1.200 awak penerbangan dari negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, termasuk Iran, diduga pernah memasuki negara itu.

Informasi tersebut dilaporkan mengemuka dalam rapat Subkomite Intelijen Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset.

TerkaitTRT Indonesia - Türkiye dan 7 negara desak Israel hentikan pelanggaran gencatan senjata dan penuhi komitmen di Gaza
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi