DUNIA
2 menit membaca
Indonesia kecam serangan lintas batas di Timur Tengah, serukan penyelesaian damai
Pemerintah menegaskan penolakan terhadap segala bentuk serangan yang menyasar warga sipil maupun objek sipil, serta menekankan perlunya perlindungan terhadap penduduk dari dampak permusuhan bersenjata.
Indonesia kecam serangan lintas batas di Timur Tengah, serukan penyelesaian damai
Asap dan api membubung di Bandara Raja Khalid, Riyadh, usai serangan Houthi pada 8 Oktober 2026. / Reuters

Pemerintah Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya konflik di Yaman dan serangan lintas batas yang menyasar sejumlah wilayah Arab Saudi, termasuk bandara. Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa, mengganggu penerbangan sipil, serta meningkatkan risiko keselamatan penerbangan.

Dalam pernyataan resmi pada Selasa (13/10), Kementerian Luar Negeri RI juga menyoroti bertambahnya korban sipil dan memburuknya situasi kemanusiaan di Yaman akibat eskalasi konflik.

Indonesia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia dan berharap para korban luka segera pulih. Pemerintah menegaskan penolakan terhadap segala bentuk serangan yang menyasar warga sipil maupun objek sipil, serta menekankan perlunya perlindungan terhadap penduduk dari dampak permusuhan bersenjata.

Jakarta mendesak seluruh pihak yang terlibat untuk menghentikan rangkaian serangan balasan, menahan diri semaksimal mungkin, dan memastikan setiap tindakan sesuai dengan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional.

Indonesia juga menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah seluruh negara di kawasan. Dialog dan diplomasi dinilai perlu menjadi prioritas untuk meredakan ketegangan serta membuka jalan bagi penyelesaian konflik secara damai.

Eskalasi terbaru terjadi di tengah meningkatnya bentrokan antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi.

Dalam serangan terbaru yang dilaporkan menyasar sejumlah lokasi di Arab Saudi, tiga orang tewas dan 36 lainnya terluka. Kelompok Houthi menyatakan telah melancarkan gelombang serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap bandara serta lokasi militer di negara tersebut.

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi melaporkan bahwa Bandara Internasional Abha di wilayah barat daya negara itu dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran serangan.

Pemerintah Indonesia menekankan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil, termasuk infrastruktur penerbangan, tidak hanya membahayakan masyarakat, tetapi juga mengganggu operasional transportasi udara. Jakarta kembali menyerukan penghentian aksi saling serang dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban.

TerkaitTRT Indonesia - KBRI Riyadh pastikan WNI aman pascaserangan di Bandara King Khalid Saudi
SUMBER:TRT Indonesia