Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan mengecam keras serangan Houthi terhadap bandara utama di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, yang menewaskan 12 orang dan melukai ratusan lainnya.
“Kami mengecam keras serangan yang dilancarkan Houthi pada 10 Oktober dengan menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan tersebut menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya,” kata Erdogan setelah memimpin rapat kabinet di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Senin.
Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban tewas, termasuk mereka yang sedang menjalankan ibadah umrah, serta mendoakan agar para korban luka segera pulih.
“Türkiye berdiri bersama Arab Saudi dan saudara-saudari kami di Arab Saudi dalam menghadapi serangan yang melanggar hukum dan nilai-nilai kemanusiaan ini,” ujarnya.
“Kami menginginkan perdamaian dan stabilitas di seluruh kawasan,” kata Erdogan. Ia menambahkan bahwa Türkiye akan terus memperjuangkan perdamaian berdasarkan prinsip kepemilikan regional, yakni penyelesaian persoalan kawasan oleh negara-negara di kawasan itu sendiri.
Erdogan mengatakan wilayah konflik terus meluas di kawasan, sementara ketegangan meningkat dari Lebanon hingga Yaman dan Iran.
“Meski telah lama dikelilingi berbagai krisis, Türkiye semakin memperkuat posisinya sebagai pulau stabilitas, kepercayaan, dan perdamaian. Kami mendorong penyelesaian perselisihan melalui dialog dan diplomasi di meja perundingan, bukan di medan perang, dengan berlandaskan prinsip kepemilikan regional,” katanya.
“Menghormati kedaulatan dan integritas wilayah satu sama lain merupakan prinsip dasar kami. Menurut pandangan kami, perpecahan dan fragmentasi hanya menguntungkan kekuatan-kekuatan jahat yang berupaya mengubah kawasan kami menjadi lautan darah,” ujarnya.
Pakta Mekah
Erdogan juga mengumumkan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan pengajuan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah ke parlemen dalam beberapa hari mendatang untuk menyelesaikan prosedur persetujuan di dalam negeri. Perjanjian tersebut ditandatangani Türkiye, Arab Saudi, dan Pakistan pada 7 Agustus.
Erdogan mengatakan ketiga negara terus berupaya membangun kerangka kelembagaan untuk menjalankan perjanjian tersebut. Ia menambahkan bahwa kerja sama pertahanan dikembangkan melalui dua jalur utama, yakni pertahanan kolektif dan kerja sama regional, serta pembentukan struktur kelembagaan permanen yang dapat berfungsi secara efektif.
“Saya ingin menegaskan bahwa, sebagaimana di NATO, kegiatan berdasarkan perjanjian pertahanan bersama ini juga akan dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional masing-masing,” katanya.
Ia membantah pernyataan yang berupaya menggambarkan Türkiye seolah-olah mengambil posisi berbeda, seraya menegaskan bahwa narasi semacam itu tidak berdasar.
“Posisi, sensitivitas, dan prinsip-prinsip yang dipegang Türkiye sudah jelas. Kami tidak pernah memandang berbagai peristiwa melalui sudut pandang etnis atau sektarian. Kami ingin perdamaian dan stabilitas terwujud di seluruh kawasan. Ke depan, kami akan terus membela dan memperjuangkan perdamaian berdasarkan prinsip kepemilikan regional,” kata Erdogan.
TEKNOFEST di Türkiye tenggara
Erdogan juga menyinggung kunjungannya pada 3 Oktober ke Provinsi Sanliurfa di Türkiye tenggara untuk menghadiri TEKNOFEST Türkiye Tenggara. Menurutnya, festival teknologi tersebut mencatat rekor jumlah peserta. Dalam kunjungan yang sama, ia juga meresmikan Rumah Sakit Kota Sanliurfa yang baru selesai dibangun.
“Di sana, kami kembali melihat bahwa masa depan Türkiye bertumpu pada generasi muda yang berpikir, melakukan riset, berproduksi, dan mengembangkan teknologi mereka sendiri,” katanya.
Ia mengucapkan selamat kepada para anak muda yang meraih penghargaan dan menempati peringkat tinggi dalam festival teknologi tersebut, serta berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya.
Erdogan mengatakan pemerintah juga meresmikan Rumah Sakit Kota Sanliurfa beserta jalan penghubungnya pada hari yang sama. Proyek tersebut menelan investasi sebesar 39 miliar lira Türkiye atau sekitar 932 juta dolar AS, berdasarkan nilai tukar saat berita ini ditulis.
Rumah sakit tersebut memiliki luas ruang dalam 500 ribu meter persegi, dengan kapasitas 2.000 tempat tidur, 451 ruang pemeriksaan rawat jalan, dan 60 ruang operasi, serta berbagai fasilitas lainnya. Erdogan mengatakan fasilitas itu akan menyediakan layanan kesehatan modern dan berkualitas tinggi bagi masyarakat. Ia berharap rumah sakit tersebut dan berbagai investasi lainnya dapat berjalan sukses, serta menyampaikan apresiasi kepada lembaga-lembaga yang terlibat.
Kongres Astronautika Internasional
Erdogan juga membahas kehadirannya dalam pembukaan Kongres Astronautika Internasional (IAC) ke-77 pada 7 Oktober di Antalya. Acara tersebut menjadi kali pertama Türkiye menjadi tuan rumah kongres itu. Menurut Erdogan, kongres tersebut mempertemukan para pakar dari 111 negara.
“Türkiye sedang melakukan berbagai upaya intensif untuk memperkuat kehadirannya di bidang antariksa dan mengembangkan teknologi sendiri,” katanya.
Erdogan mengatakan proses produksi, perakitan, dan integrasi wahana antariksa yang dikembangkan melalui Program Riset Bulan Türkiye telah selesai. Wahana seberat 3,5 ton tersebut memiliki tingkat kandungan produksi dalam negeri lebih dari 80 persen dan kini menjalani pengujian lingkungan pada tingkat sistem, tambahnya.
Ia juga menyinggung acara pada 6 Oktober di Kompleks Kepresidenan di Ankara untuk menandai dimulainya tahun akademik 2026–2027. Dalam kesempatan yang sama, pemerintah turut menyerahkan Penghargaan Prestasi Unggul Dewan Pendidikan Tinggi 2026.
“Saya berharap para mahasiswa, akademisi, dan seluruh komunitas pendidikan tinggi meraih kesuksesan pada tahun akademik baru ini. Saya juga mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan,” ujarnya.



















