DUNIA
2 menit membaca
Italia laporkan dua dugaan kasus Ebola di Milan usai perjalanan dari Uganda
Menurut pejabat kesehatan, dua orang diduga terinfeksi virus Ebola di kota Milan, Italia utara, setelah melakukan perjalanan terakhir dari Uganda, tempat mereka bekerja sebagai pekerja bantuan.
Italia laporkan dua dugaan kasus Ebola di Milan usai perjalanan dari Uganda
Kasus suspek ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas wabah Ebola di beberapa wilayah Afrika. (ARSIP) / AA

Kedua individu itu, seorang pria dan perempuan asal Como, dilaporkan baru kembali dari Uganda setelah bekerja sebagai relawan kemanusiaan selama tiga bulan di negara tersebut.

Keduanya disebut mulai mengalami gejala seperti demam tinggi, muntah, diare, dan mual.

Pria tersebut dilaporkan mengalami gangguan usus, sementara perempuan itu menunjukkan gejala neurologis, menurut laporan media tersebut.

Penyakit virus Ebola disebabkan oleh virus dari genus Orthoebolavirus. Tiga jenis virus diketahui menjadi penyebab utama wabah besar pada manusia, yakni virus Ebola (Zaire), virus Sudan, dan virus Bundibugyo.

Munculnya dugaan kasus ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran Ebola di sejumlah wilayah Afrika, dengan otoritas kesehatan memantau potensi risiko lintas negara.

Situasi dinilai sangat serius

Sebelumnya, otoritas kesehatan memperingatkan bahwa wabah Ebola masih terus menyebar di beberapa wilayah Afrika dan turut berdampak pada negara-negara tetangga.

Pada 17 Mei lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola yang melanda Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global setelah jumlah dugaan infeksi dan kematian terus meningkat di wilayah timur Kongo, sementara kasus terkonfirmasi mulai muncul di luar zona awal wabah.

WHO juga memperingatkan bahwa meski risiko penyebaran global masih tergolong rendah, situasi tetap diawasi secara ketat karena tingginya jumlah kasus, infeksi di kalangan tenaga kesehatan, serta munculnya wabah di kawasan perkotaan.

Sebelumnya pada Senin, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan wabah Ebola di Kongo merupakan situasi yang “sangat serius dan sulit” untuk dikendalikan. Ia menambahkan bahwa penyebaran wabah saat ini berlangsung lebih cepat dibandingkan operasi penanganannya.

Menurut Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC), sepuluh negara lain, termasuk Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia, juga menghadapi risiko penyebaran wabah Ebola.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Pengebom bunuh diri menargetkan kereta api Pakistan, menewaskan dan melukai lebih dari 100 orang
Pemulihan terus berlanjut, Suriah berhasil lakukan pemilu parlemen 'yang sukses'
Rubio: Negosiasi AS-Iran akan menghasilkan sebuah terobosan 'mungkin hari ini'
AS menandakan kemajuan dalam pembicaraan akses bebas tol di Selat Hormuz
Kiev diserang oleh serangan rudal balistik massal menyusul ancaman pembalasan Rusia
Trump: Pembicaraan Iran 'konstruktif', namun blokade tetap berlaku hingga kesepakatan tercapai
WNI peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 alami trauma usai ditahan militer Israel
Jemaah haji lansia asal Indonesia yang hilang di Makkah ditemukan meninggal dunia
Iran pindahkan markas latihan Piala Dunia ke Meksiko usai kendala visa di AS
Kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo tembus 100, wabah terus meluas di tiga provinsi
AS setujui kemungkinan penjualan peralatan sistem rudal Hawk senilai $108,1 juta ke Ukraina
SpaceX menunda uji terbang Starship setelah gangguan teknis sesaat sebelum peluncuran
Moody’s dan S&P soroti risiko kebijakan sentralisasi ekspor komoditas Indonesia
Indonesia dan Azerbaijan perkuat kerja sama pengembangan tenaga kerja
Wasekjen NATO: Perkembangan industri pertahanan Türkiye menunjukkan komitmen terhadap NATO
Pakistan meningkatkan mediasi AS-Iran saat Trump peringatkan situasi bisa menjadi 'menyeramkan'
Setelah pemulihan diplomatik, Bangladesh mengalihkan pelatihan PNS dari India ke Pakistan
Otoritas Hormuz Iran mengklaim kendali atas perairan di selatan pelabuhan UEA
Freeport proyeksikan tambang Grasberg beroperasi penuh pada akhir 2027
Korea Selatan naikkan peringatan perjalanan ke Uganda akibat wabah Ebola