Kedua individu itu, seorang pria dan perempuan asal Como, dilaporkan baru kembali dari Uganda setelah bekerja sebagai relawan kemanusiaan selama tiga bulan di negara tersebut.
Keduanya disebut mulai mengalami gejala seperti demam tinggi, muntah, diare, dan mual.
Pria tersebut dilaporkan mengalami gangguan usus, sementara perempuan itu menunjukkan gejala neurologis, menurut laporan media tersebut.
Penyakit virus Ebola disebabkan oleh virus dari genus Orthoebolavirus. Tiga jenis virus diketahui menjadi penyebab utama wabah besar pada manusia, yakni virus Ebola (Zaire), virus Sudan, dan virus Bundibugyo.
Munculnya dugaan kasus ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran Ebola di sejumlah wilayah Afrika, dengan otoritas kesehatan memantau potensi risiko lintas negara.
Situasi dinilai sangat serius
Sebelumnya, otoritas kesehatan memperingatkan bahwa wabah Ebola masih terus menyebar di beberapa wilayah Afrika dan turut berdampak pada negara-negara tetangga.
Pada 17 Mei lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola yang melanda Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global setelah jumlah dugaan infeksi dan kematian terus meningkat di wilayah timur Kongo, sementara kasus terkonfirmasi mulai muncul di luar zona awal wabah.
WHO juga memperingatkan bahwa meski risiko penyebaran global masih tergolong rendah, situasi tetap diawasi secara ketat karena tingginya jumlah kasus, infeksi di kalangan tenaga kesehatan, serta munculnya wabah di kawasan perkotaan.
Sebelumnya pada Senin, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan wabah Ebola di Kongo merupakan situasi yang “sangat serius dan sulit” untuk dikendalikan. Ia menambahkan bahwa penyebaran wabah saat ini berlangsung lebih cepat dibandingkan operasi penanganannya.
Menurut Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC), sepuluh negara lain, termasuk Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia, juga menghadapi risiko penyebaran wabah Ebola.










