Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik Kongo (RDK) telah melampaui 100 kasus di tengah peningkatan tajam penularan dalam wabah yang sedang berlangsung, menurut laporan otoritas kesehatan setempat.
Laporan Kementerian Komunikasi menunjukkan bahwa hingga 23 Mei, virus tersebut telah menyebar ke 11 zona kesehatan sejak pertama kali muncul pada 15 Mei di Provinsi Ituri, dengan lebih dari 900 kasus suspek tercatat.
Wabah Ebola saat ini masih aktif di tiga provinsi, yakni Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.
“Pihak kesehatan terus melakukan pengawasan, skrining, dan edukasi di wilayah terdampak. Kewaspadaan serta kepatuhan terhadap langkah pencegahan tetap sangat penting,” demikian pernyataan kementerian.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sedikitnya tujuh kematian telah dikonfirmasi di Republik Demokratik Kongo.
Aktivitas dihentikan
Otoritas Uganda juga melaporkan tiga kasus baru pada Sabtu, sehingga total kasus terkonfirmasi di negara tersebut sejak wabah saat ini menjadi lima, menurut Kementerian Kesehatan Uganda.
Pemerintah Kongo telah menangguhkan seluruh aktivitas sosial di Ituri, yang menjadi pusat wabah, termasuk kegiatan olahraga, untuk menekan laju penyebaran virus.
Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) menyebut sedikitnya 10 negara berisiko terdampak wabah Ebola, termasuk Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia.
WHO telah menaikkan tingkat kewaspadaan menjadi “sangat tinggi”. Sejumlah negara tetangga Kongo juga memperketat langkah pencegahan, termasuk pembatasan perjalanan dari wilayah terdampak.













