DUNIA
2 menit membaca
WNI peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 alami trauma usai ditahan militer Israel
Sembilan WNI yang ikut misi kemanusiaan menuju Gaza mengaku mengalami trauma fisik setelah ditahan militer Israel di perairan Mediterania Timur. Pemerintah RI memastikan pendampingan.
WNI peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 alami trauma usai ditahan militer Israel
Para anggota Global Sumud Flotilla asal Indonesia tiba di Jakarta. / Reuters

Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 mengungkap pengalaman traumatis setelah ditahan militer Israel saat dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina.

Para relawan tersebut sebelumnya berlayar dalam misi solidaritas untuk membantu warga Gaza. Namun, kapal mereka dicegat oleh militer Israel di kawasan Mediterania Timur sebelum dibawa secara paksa ke wilayah Israel.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyambut langsung kepulangan para WNI di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5). Ia memastikan pemerintah akan memberikan pendampingan lanjutan, terutama bagi mereka yang mengalami trauma dan cedera fisik.

“Selamat datang kembali, selamat berkumpul dengan keluarga. Dari laporan, ada beberapa rekan kita yang mengalami trauma fisik yang akan juga ditangani lebih lanjut,” ujar Sugiono.

Ia menegaskan pemerintah Indonesia akan terus memberikan perlindungan kepada WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan internasional, khususnya yang berkaitan dengan konflik dan krisis di Gaza.

Salah satu relawan, Bambang Noroyono alias Abeng, yang juga jurnalis Republika, mengaku masih merasakan dampak fisik akibat kekerasan selama penahanan. Ia menyebut sejumlah relawan lain bahkan mengalami cedera lebih serius.

“Masih ada bekas benturan yang masih terasa, tapi lambat laun akan menghilang. Ada beberapa teman yang harus diperhatikan, mengalami retak di bagian dalam tulang,” kata Abeng.

Relawan lain, Thoudy Badai, menyebut tindakan militer Israel terhadap rombongan tersebut sebagai tindakan di luar prosedur hukum internasional. Ia juga menuturkan para relawan sempat mengalami perlakuan yang tidak manusiawi selama penahanan, termasuk diikat dan dipaksa dalam posisi tertentu di lantai kapal.

Ia menegaskan pengalaman tersebut semakin memperkuat seruan solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza yang masih menghadapi situasi kemanusiaan.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia kutuk tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
SpaceX menunda uji terbang Starship setelah gangguan teknis sesaat sebelum peluncuran
Moody’s dan S&P soroti risiko kebijakan sentralisasi ekspor komoditas Indonesia
Indonesia dan Azerbaijan perkuat kerja sama pengembangan tenaga kerja
Wasekjen NATO: Perkembangan industri pertahanan Türkiye menunjukkan komitmen terhadap NATO
Pakistan meningkatkan mediasi AS-Iran saat Trump peringatkan situasi bisa menjadi 'menyeramkan'
Setelah pemulihan diplomatik, Bangladesh mengalihkan pelatihan PNS dari India ke Pakistan
Otoritas Hormuz Iran mengklaim kendali atas perairan di selatan pelabuhan UEA
Freeport proyeksikan tambang Grasberg beroperasi penuh pada akhir 2027
Korea Selatan naikkan peringatan perjalanan ke Uganda akibat wabah Ebola
Tiga kapal perang Pakistan bersandar di Jakarta, RI-Pakistan perkuat diplomasi maritim
Pasukan Indonesia ambil bagian dalam latihan militer multinasional PRAGATI di India
Mengapa Kuba tidak merayakan Hari Kemerdekaan pada 20 Mei?
Aston Villa akhiri puasa gelar 30 tahun usai juarai Liga Europa
Rusia-China teken 20 kesepakatan di bidang ekonomi, energi, transportasi, dan kerja sama global
Amnesty: Narasi ‘antek asing’ ancam kebebasan berekspresi di Indonesia
United 2026: Mengapa ini akan menjadi Piala Dunia FIFA terbesar dan paling global
Amin Abdullah: Penjaga Masjid San Diego yang tewas dipuji sebagai pahlawan karena lindungi jemaah
Putin tiba di Beijing beberapa hari usai kunjungan Trump ke China
WHO memberi peringatan terhadap 'skala dan kecepatan' wabah Ebola mematikan di DRC
AS akan mengakhiri perang dengan Iran 'dalam waktu dekat', kata Trump