DUNIA
2 menit membaca
Moody’s dan S&P soroti risiko kebijakan sentralisasi ekspor komoditas Indonesia
Sejumlah lembaga pemeringkat internasional menyampaikan pandangan terhadap rencana sentralisasi ekspor komoditas Indonesia, sementara pasar menyoroti kebijakan baru tersebut, terutama terkait pengelolaan ekspor kelapa sawit.
Moody’s dan S&P soroti risiko kebijakan sentralisasi ekspor komoditas Indonesia
PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), dibentuk untuk memperkuat pengelolaan arus impor dan ekspor komoditas strategis nasional. / Arsip Reuters

Pasar mengamati kebijakan baru Indonesia terkait pengelolaan ekspor komoditas, terutama kelapa sawit, yang dinilai dapat mengubah mekanisme perdagangan dan memengaruhi arus distribusi di kawasan.

Sejumlah lembaga pemeringkat internasional menyampaikan pandangan terhadap rencana sentralisasi ekspor komoditas tersebut. S&P Global Ratings menilai kebijakan ini berpotensi menekan kinerja ekspor, pendapatan negara, serta neraca pembayaran Indonesia.

S&P juga menyebut bahwa perubahan mekanisme ekspor komoditas dapat meningkatkan ketidakpastian dalam profil kredit Indonesia, terutama jika berdampak pada kepercayaan investor dan stabilitas kebijakan, menurut Reuters.

Sementara itu, Moody’s Ratings pada Kamis menilai rencana Indonesia untuk menyentralisasi ekspor komoditas sebagai sentimen negatif bagi peringkat kredit perusahaan tambang, sekaligus meningkatkan risiko distorsi pasar. Lembaga tersebut menyebut kebijakan itu dapat mendukung arus masuk devisa dan stabilitas mata uang, namun berpotensi menekan sentimen investor terhadap arah kebijakan secara keseluruhan, menurut Reuters.

Di tingkat kawasan, industri kelapa sawit Malaysia turut merespons rencana perubahan sistem ekspor Indonesia. Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menyebut bahwa transisi kebijakan ini tidak secara langsung memengaruhi produksi, namun dapat menimbulkan penyesuaian dalam pengiriman dan perdagangan jangka pendek.

Asosiasi industri kelapa sawit Malaysia juga menambahkan bahwa perubahan mekanisme ekspor Indonesia dapat memicu volatilitas sementara dalam rantai pasok, meskipun permintaan global terhadap minyak sawit diperkirakan tetap kuat.

Di sisi lain, Danantara Indonesia melalui pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) menjadi bagian dari kebijakan yang mendorong sentralisasi pengelolaan ekspor komoditas strategis, termasuk kelapa sawit dan batu bara, yang turut menjadi sorotan dalam analisis risiko lembaga internasional. 

Perusahaan tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Juni 2026 dengan mandat memperkuat pengelolaan arus impor dan ekspor komoditas strategis nasional.

TerkaitTRT Indonesia - Danantara bentuk DSI untuk atur perdagangan komoditas strategis


SUMBER:TRT Indonesia & Agensi