Parlemen Italia secara resmi memberikan dukungan terhadap rencana pemerintah untuk menghibahkan kapal induk Giuseppe Garibaldi kepada Indonesia pada Selasa (28/4).
Keputusan ini memperkuat kemitraan pertahanan yang semakin erat antara kedua negara. Langkah tersebut diambil di tengah upaya modernisasi alutsista besar-besaran yang sedang dilakukan Indonesia.
Kapal induk legendaris tersebut akan segera dipensiunkan oleh Angkatan Laut Italia (Marina Militare). Posisinya akan digantikan oleh kapal serbu amfibi baru yang lebih modern, Trieste.
Hibah ini dipandang sebagai langkah strategis Italia untuk memperluas pengaruhnya di kawasan Indo-Pasifik. Roma berharap kerja sama ini dapat memperkokoh hubungan diplomatik dengan Jakarta.
Modernisasi Kekuatan Maritim Indonesia
Bagi Indonesia, kehadiran kapal induk kelas Garibaldi akan memberikan lonjakan kemampuan proyeksi kekuatan laut yang signifikan. Kapal ini mampu mengoperasikan helikopter antikapal selam dan pesawat tempur lepas landas pendek.
Kemampuan tersebut dinilai sangat membantu dalam memperketat patroli di wilayah perairan luas Indonesia. Namun, pengadaan ini juga mendatangkan tantangan besar, terutama terkait biaya operasional yang tinggi.
Pengamat militer menekankan pentingnya kesiapan anggaran pemeliharaan jangka panjang. Hal ini diperlukan agar aset strategis tersebut tetap berfungsi optimal dan tidak membebani keuangan negara.
Langkah Italia ini mengikuti tren peningkatan ekspor pertahanan mereka ke Jakarta. Sebelumnya, Italia telah menyepakati penjualan kapal fregat kelas FREMM dan kapal patroli lepas pantai PPA.
Proses pengiriman kapal diperkirakan akan segera dilakukan setelah seluruh dokumen administratif rampung. Kehadiran kapal ini diprediksi akan memperkuat posisi maritim Indonesia di panggung regional.











