DUNIA
2 menit membaca
Penghormatan terakhir prajurit TNI UNIFIL di Lebanon, Indonesia desak penyelidikan menyeluruh
Ini adalah prajurit TNI ke empat yang tewas saat bertugas di UNIFIL, Jakarta kembali mendesak penyelidikan PBB yang “segera, menyeluruh, dan transparan” untuk mengungkap fakta serta memastikan akuntabilitas insiden tersebut.
Penghormatan terakhir prajurit TNI UNIFIL di Lebanon, Indonesia desak penyelidikan menyeluruh
Upacara penghormatan terakhir bagi Kopral Rico Pramudia, prajurit TNI UNIFIL yang tewas di Lebanon. (Foto: UNIFIL)

Upacara penghormatan terakhir bagi Kopral Rico Pramudia, prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL), berlangsung dalam suasana duka mendalam. 

Prosesi yang digelar di sebuah hanggar militer itu dihadiri pejabat militer internasional, diplomat, serta rekan-rekan sesama penjaga perdamaian yang memberikan penghormatan terakhir.

Peti jenazah Rico, yang diselimuti bendera Merah Putih, diusung oleh sesama prajurit TNI berbaret biru khas pasukan PBB. Dalam upacara tersebut, medali kehormatan PBB disematkan di atas peti sebagai simbol penghargaan atas pengabdiannya menjaga stabilitas di wilayah konflik. 

Foto almarhum yang dikelilingi bunga putih menjadi pengingat atas pengorbanan prajurit berusia 31 tahun itu di kancah internasional.

Komandan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, menyampaikan pidato penuh emosi. 

“Rico, kami di sini hari ini untuk menghormatimu. Anda datang jauh dari rumah untuk mengabdi di bawah bendera PBB demi membawa perdamaian,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pengabdian Rico, yang “memberikan segalanya, termasuk nyawanya,” akan terus dilanjutkan oleh para penjaga perdamaian lainnya.

Rico sebelumnya mengalami luka kritis akibat ledakan proyektil di pangkalan UNIFIL di Adchit al-Qusayr pada 29 Maret, sebelum akhirnya meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Beirut. 

Penyelidikan ’segera, menyeluruh, dan transparan’

Pemerintah Indonesia menyatakan telah berkoordinasi intensif dengan UNIFIL, otoritas Lebanon, dan tim medis guna memastikan penanganan terbaik, meski nyawanya tidak tertolong.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengecam keras insiden tersebut, yang disebut sebagai serangan Israel yang merupakan kejahatan perang dan pelanggaran hukum Internasional. 

“Setiap serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” kata juru bicara Kemlu, Vahd Naby. 

Jakarta kembali mendesak penyelidikan PBB yang “segera, menyeluruh, dan transparan” untuk mengungkap fakta serta memastikan akuntabilitas.

Kematian Rico menambah jumlah personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur dalam eskalasi konflik menjadi empat orang, sementara secara keseluruhan enam personel UNIFIL dilaporkan tewas. 

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keselamatan pasukan perdamaian “tidak dapat ditawar,” dan terus berkoordinasi dengan PBB serta negara kontributor pasukan lainnya untuk memperkuat perlindungan di wilayah operasi.

Di tengah meningkatnya ketegangan, konflik di Lebanon selatan terus memakan korban besar. Sejak awal Maret, serangan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.200 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta lainnya mengungsi, menurut otoritas setempat. 

Upaya meredakan konflik masih berlangsung, termasuk perpanjangan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.

Jenazah Kopral Rico dijadwalkan dipulangkan ke Indonesia dengan penghormatan militer penuh. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga dan bangsa, sekaligus menjadi simbol pengorbanan Indonesia dalam misi perdamaian dunia.

TerkaitTRT Indonesia - PBB ungkap hasil penyelidikan awal insiden yang tewaskan tiga prajurit TNI UNIFIL di Lebanon
SUMBER:TRT Indonesia