Seorang petani Palestina terluka pada Kamis setelah dipukuli secara brutal oleh pemukim ilegal Israel di desa Urif, selatan Nablus di wilayah Tepi Barat utara yang diduduki, menurut sumber setempat.
Pria tersebut, yang diidentifikasi sebagai Abdel Fattah Al-Safadi, mengalami luka di bagian kepala dan wajah saat sedang bekerja di lahannya ketika diserang oleh para pemukim, lapor kantor berita resmi Palestina Wafa.
Insiden ini terjadi di saat pasukan Israel melakukan penggerebekan di sejumlah wilayah Tepi Barat yang diduduki, termasuk desa Bazariya di barat laut Nablus.
Pemukim ilegal Israel juga mendirikan sebuah pos tenda di tanah milik desa Kisan, sebelah timur Betlehem di Tepi Barat selatan, serta mengibarkan bendera Israel di dekat rumah-rumah warga Palestina, menurut Wafa.
Sementara itu, pasukan Israel melakukan penggerebekan di sebuah kamp pengungsi di utara Hebron. Dalam operasi tersebut, tentara menembakkan peluru tajam dan gas air mata ke arah rumah-rumah, meski tidak ada laporan korban luka, kata sumber tersebut.
Pasukan Israel juga memasuki Bazariya dengan sejumlah kendaraan militer dan berpatroli di jalan-jalan desa, tanpa adanya penangkapan atau korban luka, menurut saksi mata kepada Anadolu.
Peristiwa ini terjadi di tengah eskalasi tajam serangan oleh pemukim ilegal Israel dan pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki sejak Oktober 2023, yang menurut data resmi Palestina telah menewaskan lebih dari 1.150 warga Palestina dan melukai ribuan lainnya.
Dalam pendapat penting pada Juli 2024, Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan menyerukan evakuasi seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.













