Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah menjajaki peluang untuk ambil bagian dalam proyek energi terbarukan lintas negara bersama Singapura, dengan estimasi nilai investasi yang mendekati 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp518 triliun.
Inisiatif ini dipandang sebagai salah satu proyek energi hijau terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa proyek tersebut berfokus pada pengembangan listrik berbasis tenaga surya yang akan dipasok ke Singapura. Selain pembangunan panel surya dalam skala besar, proyek ini juga mencakup infrastruktur transmisi listrik yang menghubungkan kedua negara.
“Minat investor terhadap proyek ini cukup tinggi. Kami akan melaksanakan dan meninjau ekspor energi untuk Singapura, khususnya dari proyek panel surya yang berpotensi menjadi yang terbesar di ASEAN,” ujar Pandu dalam forum Fitch Ratings Annual Indonesia Conference di Jakarta, Kamis (23/4) dikutip oleh Antara.

Menurut dia, Danantara tidak hanya berperan sebagai investor, tetapi juga akan terlibat langsung dalam pembangunan jaringan transmisi listrik, baik untuk kebutuhan ekspor ke Singapura maupun untuk memperkuat pasokan energi domestik Indonesia.
“Kami akan terlibat dalam pembangunan jalur transmisi untuk Singapura sekaligus untuk dalam negeri. Nilai proyeknya diperkirakan mendekati 30 miliar dolar AS,” katanya.
Meski demikian, Pandu menegaskan bahwa struktur kerja sama dan rincian teknis proyek masih dalam tahap pembahasan. Hal ini mengingat sejumlah perusahaan swasta sebelumnya telah lebih dahulu menjalin kesepakatan dengan pihak otoritas Singapura terkait proyek serupa.
Ia menambahkan, rencana ini merupakan kelanjutan dari komitmen yang sebelumnya telah dibahas dalam Indonesia Sustainability Forum (ISF), khususnya terkait pengembangan industri panel surya di dalam negeri.
“Kerja sama ini diharapkan bisa memberikan nilai tambah besar bagi Indonesia. Kita juga akan memproduksi panel surya, bukan hanya untuk ekspor tapi juga untuk kebutuhan dalam negeri,” ujar Pandu.












