Badan pertahanan sipil Gaza menegaskan bahwa sebuah serangan udara Israel menewaskan lima warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, dalam serangan yang menargetkan halaman sebuah masjid.
Serangan itu mengenai sekelompok warga pengungsi yang berkumpul di pelataran Masjid Al-Qassam di Beit Lahia, utara Gaza.
"Lima warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan sekelompok warga sipil di dekat Masjid Al-Qassam," kata badan tersebut.
Sumber lokal melaporkan bahwa sebuah drone menembakkan ke arah kerumunan di halaman masjid, ruang yang sering digunakan oleh keluarga pengungsi untuk berlindung.
"Jenazah mereka dibawa ke rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza," tambah layanan penyelamatan, meskipun usia spesifik anak-anak tersebut belum dirilis.
Meskipun ada gencatan senjata pada 10 Oktober, penargetan pertemuan warga sipil di dekat tempat ibadah terus memicu tuduhan pelanggaran gencatan tersebut.
Sedikitnya 786 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata dimulai, menurut kementerian kesehatan Gaza.
Walau gencatan itu sebagian besar menghentikan pertempuran berskala penuh, angka korban harian di kalangan anak-anak di utara Gaza tetap tinggi.
Pembatasan media dan akses yang terbatas mencegah verifikasi independen mengenai keadaan pasti serangan di masjid itu.
















