BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Investasi Indonesia kuartal I 2026 naik, Jepang-Korsel janjikan Rp570 triliun
Investasi menunjukkan keseimbangan antara modal domestik dan asing. Penanaman modal asing mencapai Rp249,94 triliun, sementara distribusi wilayah relatif merata.
Investasi Indonesia kuartal I 2026 naik, Jepang-Korsel janjikan Rp570 triliun
Realisasi investasi juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja dengan lebih dari 706 ribu tenaga kerja terserap sepanjang kuartal pertama. / Reuters

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan capaian investasi nasional kuartal pertama 2026 yang menunjukkan kinerja melampaui target, sekaligus menegaskan kuatnya minat investor di tengah ketidakpastian global.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani melaporkan bahwa realisasi investasi pada periode tersebut mencapai Rp498,79 triliun, sedikit di atas target Rp497 triliun atau setara 100,36 persen.

“Itu adalah peningkatan 7,22 persen year on year-nya. Dan itu juga penyerapan tenaga kerja Indonesia-nya mencapai 706.569 orang atau 18,93 persen untuk year on year-nya,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa.

Selain mencatat pertumbuhan, realisasi investasi juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja dengan lebih dari 706 ribu tenaga kerja terserap sepanjang kuartal pertama.

Dari sisi komposisi, investasi menunjukkan keseimbangan antara modal domestik dan asing. Penanaman modal asing mencapai Rp249,94 triliun, sementara distribusi wilayah relatif merata, dengan 50,37 persen investasi berada di luar Pulau Jawa dan 49,63 persen di Jawa.

Komitmen investasi

Dalam jangka panjang, tren investasi nasional juga menunjukkan peningkatan signifikan. Total investasi sepanjang 2014–2024 mencapai sekitar Rp9.100 triliun, sementara target untuk periode 2025–2029 dipatok melampaui Rp13.000 triliun.

Sektor industri logam dasar, termasuk smelter, menjadi kontributor utama investasi, disusul sektor jasa lainnya, pertambangan, kawasan perumahan dan industri, transportasi, pergudangan, serta telekomunikasi.

Presiden Prabowo juga menerima laporan mengenai komitmen investasi dari Jepang dan Korea Selatan dengan total sekitar Rp570 triliun atau senilai $32,3 miliar. Laporan tersebut disampaikan dalam pertemuan di Istana Merdeka, yang juga membahas perkembangan realisasi investasi sepanjang 2025 serta proyeksi dan peluang investasi di 2026.

Data juga menunjukkan sumber utama investasi asing berasal dari Singapura sekitar $4,6 miliar, diikuti Hong Kong $2,7 miliar, China $2,2 miliar, Amerika Serikat $1,7 miliar, dan Jepang sekitar $1 miliar.

Capaian ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi, dengan kombinasi stabilitas ekonomi, distribusi investasi yang lebih merata, serta fokus pada sektor-sektor strategis bernilai tambah tinggi.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan Singapura perkuat kemitraan investasi, fokus pada hilirisasi hingga energi

SUMBER:TRT Indonesia