Angkatan Darat Filipina mengatakan pada hari Senin (20/4) bahwa mereka menewaskan setidaknya 19 orang yang diduga anggota kelompok bersenjata anti-pemerintah dalam sebuah bentrokan di Filipina tengah.
Platform berita daring milik militer, Kalinaw News, melaporkan bahwa mereka yang diduga anggota Tentara Rakyat Baru (New People’s Army) tewas dalam pertemuan dengan pasukan pemerintah pada Minggu pagi di munisipalitas Toboso, provinsi Negros Occidental.
Bentrokan tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang sedang berlangsung di daerah itu, yang dilaporkan menyebabkan ratusan warga mengungsi akibat pertempuran.
Pihak berwenang belum mengonfirmasi identitas mereka yang tewas.
Selama beberapa dekade, Filipina dilanda pemberontakan bersenjata yang keras, termasuk pemberontakan separatis yang menyebabkan sekitar 100.000 orang tewas.
Wilayah selatan yang bergolak di Filipina menjadi tempat pemberontakan separatis yang sudah berlangsung puluhan tahun serta kelompok ekstremis yang menyatakan kesetiaan kepada kelompok teroris Daesh.
Manila menandatangani perjanjian damai dengan kelompok pemberontak terbesar di negara itu, Moro Islamic Liberation Front (MILF), pada 2014, yang mengakhiri pemberontakan bersenjata mereka yang mematikan.
Namun, kelompok-kelompok militan kecil yang menentang perjanjian damai masih ada. Kelompok pemberontak komunis juga beroperasi di wilayah tersebut.








