DUNIA
2 menit membaca
Kedubes Iran respon pernyataan Prabowo, tegaskan program nuklirnya untuk tujuan damai
Pihak Kedubes juga menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi nuklir Iran difokuskan untuk sektor energi, kesehatan, dan penelitian, bukan untuk pengembangan persenjataan.
Kedubes Iran respon pernyataan Prabowo, tegaskan program nuklirnya untuk tujuan damai
Kedubes Iran menyebut seluruh aktivitas nuklir negaranya dijalankan secara transparan dan hanya untuk tujuan damai. / Reuters

Kedutaan Besar Iran di Indonesia menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak pernah mengembangkan senjata nuklir dan tidak akan melakukannya. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial Kedubes Iran pada Minggu (2/8), sebagai tanggapan atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai potensi perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.

Dalam pernyataan resminya The Islamic Republic of Iran's Nuclear Program, Kedubes Iran menyebut seluruh aktivitas nuklir negaranya dijalankan secara transparan dan hanya untuk tujuan damai sesuai hukum internasional.

"Kami tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya," tulis Kedubes Iran.

Kedubes Iran menjelaskan bahwa seluruh program nuklirnya berada dalam kerangka Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT) dan berada di bawah pengawasan International Atomic Energy Agency (IAEA). Menurut pernyataan tersebut, Iran menerapkan salah satu sistem inspeksi nuklir paling ketat di dunia.

Pihak Kedubes juga menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi nuklir Iran difokuskan untuk sektor energi, kesehatan, dan penelitian, bukan untuk pengembangan persenjataan.

Selain itu, Kedubes Iran mengutip fatwa Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran yang melarang kepemilikan senjata nuklir. Menurut Iran, senjata pemusnah massal tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan Iran.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggung isu proliferasi nuklir saat berpidato di hadapan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (31/7).

Dalam pidatonya, Prabowo memperingatkan bahwa kepemilikan senjata nuklir oleh satu negara dapat memicu perlombaan senjata di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut kemudian memicu tanggapan resmi dari Kedutaan Besar Iran di Indonesia. 

TerkaitTRT Indonesia - Serangan ke Iran terjadi di tengah negosiasi nuklir. Apa yang akan terjadi selanjutnya?
SUMBER:TRT Indonesia