ASIA
2 menit membaca
KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di Sumenep, 5 tewas dan 41 penumpang masih dicari
Insiden kebakaran melanda KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura pada Minggu (2/8). Sebanyak lima orang meninggal dunia, 225 selamat, dan tim SAR gabungan mengerahkan 11 kapal untuk mencari 41 korban hilang.
KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di Sumenep, 5 tewas dan 41 penumpang masih dicari
Kepulan asap membubung dari KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di di Perairan Sumenep.

Tragedi pelayaran kembali terjadi di perairan Jawa Timur. Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami kebakaran hebat di perairan utara Sumenep pada Minggu (2/8).

Berdasarkan data manifes, kapal rute antarpulau tersebut mengangkut total 271 orang yang terdiri dari penumpang dan anak buah kapal (ABK). Dari jumlah tersebut, sebanyak 230 orang telah berhasil dievakuasi oleh tim penolong.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengonfirmasi perincian data korban yang berhasil dievakuasi hingga Minggu sore.

"Data terakhir, korban terevakuasi 230 dari 271. Dengan kondisi korban selamat 225 dan kondisi meninggal dunia lima orang," ujar Nanang.

Ia menambahkan bahwa lima jenazah korban meninggal saat ini masih berada di atas kapal-kapal yang menggelar operasi evakuasi. Sementara itu, 41 orang lainnya dilaporkan masih belum ditemukan dan dalam proses pencarian intensif.

Guna mempercepat proses pencarian dan penyelamatan di perairan Sumenep, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menerjunkan sedikitnya 11 kapal ke titik lokasi kejadian.

Armada penyelamat yang dikerahkan merupakan gabungan dari kapal operasional Basarnas, kapal perang TNI AL (KRI Nala 363), hingga sejumlah kapal niaga serta kapal tunda (tugboat) yang melintas di sekitar perairan tersebut.

"Operasi pencarian tidak hanya mengandalkan kapal Basarnas, tetapi juga melibatkan sejumlah kapal lain yang berada di sekitar lokasi," lanjut Nanang.

Selain fokus pada penyisiran di laut, tim SAR gabungan juga telah menyiagakan posko medis dan ambulans di dua titik daratan terdekat, yakni Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Kalianget di Sumenep. Penanganan medis akan disesuaikan dengan kondisi fisik korban saat berhasil diturunkan ke darat.

Hingga saat ini, penyebab pasti memicu timbulnya kobaran api di atas kapal feri tersebut masih dalam investigasi pihak berwenang. Tim penyelamat terus berpacu dengan waktu untuk menyisir perairan guna mencari puluhan penumpang yang belum ditemukan.

TerkaitTRT Indonesia - Pencarian 14 korban KM Nurul Salsa dihentikan setelah 10 hari operasi SAR
SUMBER:TRT Indonesia