BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Krakatau Steel dan SAIL India gandeng investasi $350 juta untuk pabrik baja nikel di Indonesia
PT Krakatau Steel dan BUMN India SAIL berencana mengucurkan investasi hingga $350 juta untuk membangun pabrik baja nikel mentah (stainless steel slab) di Indonesia.
Krakatau Steel dan SAIL India gandeng investasi $350 juta untuk pabrik baja nikel di Indonesia
FOTO ARSIP: Seorang pengendara sepeda motor melintas di depan iklan SAIL di sebuah jalan di New Delhi.

Produsen baja milik negara Indonesia, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, berencana menjalin kerja sama investasi dengan BUMN baja terbesar India, Steel Authority of India Ltd. (SAIL). Kedua perusahaan dikabarkan bakal mengucurkan dana hingga $350 juta untuk membangun pabrik stainless steel slab (baja nikel mentah) di Indonesia.

Berdasarkan laporan dua sumber internal yang mengetahui rencana bisnis tersebut, pabrik baru ini dirancang memiliki kapasitas produksi tahunan mencapai 500.000 ton metrik dan diproyeksikan mulai beroperasi dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Kesepakatan awal pembentukan perusahaan patungan (joint venture) ini telah ditandatangani oleh manajemen SAIL dan Krakatau Steel saat kunjungan resmi Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada awal bulan ini.

Menurut sumber yang menolak diidentifikasi tersebut, SAIL dijadwalkan mengirimkan tim teknis ke Indonesia bulan depan guna menyusun studi kelayakan (feasibility study). Setelah studi selesai, kedua entitas akan memfinalisasi struktur kepemilikan saham, lini masa perizinan pemerintah, serta skema operasional lainnya.

Bagi pihak India, kolaborasi strategis ini bertujuan mengamankan pasokan nikel berbiaya murah yang merupakan bahan baku utama pembuatan baja tahan karat (stainless steel). Indonesia sendiri memegang peranan krusial dalam rantai pasok global karena menguasai lebih dari 50 persen total produksi nikel dunia.

Nantinya seluruh hasil produksi slab dari fasilitas di Indonesia tersebut akan dikirim untuk memenuhi kebutuhan pabrik pemrosesan SAIL di Salem, negara bagian Tamil Nadu, India. Produk akhir baja gulungan tersebut diprioritaskan untuk memasok kebutuhan pasar domestik India, sementara sebagian kecil sisanya direncanakan untuk ekspor ke wilayah Timur Tengah dan Eropa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Krakatau Steel maupun SAIL belum memberikan respons resmi terkait rincian nilai investasi proyek patungan tersebut.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan India tandatangani 16 kesepakatan, perkuat kemitraan strategis
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi