Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (29/7) pagi. Sentimen negatif membayangi pasar keuangan domestik menyusul lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh eskalasi ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.
Rupiah merosot 16 poin atau 0,09 persen ke level Rp18.099 per dolar AS, bergerak turun dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp18.083 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi langsung oleh memanasnya hubungan keamanan antara AS dan Iran yang kembali memicu kekhawatiran geopolitik global.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS, dengan harga minyak mentah yang kembali melonjak menyusul berita penyerangan oleh Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah," ujar Lukman di Jakarta, Rabu (29/7).
Dampak Konflik Geopolitik dan Kenaikan Harga Minyak
Eskalasi di kawasan Teluk meningkat setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah fasilitas penempatan pasukan AS. Langkah balasan ini menyusul serangan AS sebelumnya terhadap sasaran strategis Iran.
Konflik bersenjata yang terus meluas tersebut langsung mengerek harga minyak mentah global. Kenaikan harga komoditas energi ini memicu kekhawatiran kembali melonjaknya tingkat inflasi di berbagai negara, khususnya AS.

Antisipasi Sinyal Hawkish The Fed
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar saat ini tengah mencermati pengumuman hasil rapat komite pasar bebas Federal Open Market Committee (FOMC). Meskipun Bank Sentral AS (The Fed) diproyeksikan masih menahan suku bunga utamanya, arah kebijakan verbal yang disampaikan berpotensi memberikan tekanan tambahan bagi pasar uang.
"Pasar mengantisipasi nada hawkish dari Kepala The Fed. Ini tentunya akan turut membebani pergerakan rupiah," tambah Lukman.
Sinyal pengetatan tersebut diperkirakan muncul sebagai respons terhadap ancaman inflasi baru dari sektor energi.
Dari dalam negeri, tekanan sentimen domestik juga masih dirasakan pasar menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Mempertimbangkan kombinasi faktor global dan domestik tersebut, nilai tukar rupiah diproyeksikan akan bergerak di rentang Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS sepanjang hari ini.













