KONFLIK ISRAEL-IRAN
2 menit membaca
Iran luncurkan rudal ke kapal dagang di Selat Hormuz
Garda Revolusi Iran dilaporkan menembakkan sedikitnya dua rudal ke kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz.
Iran luncurkan rudal ke kapal dagang di Selat Hormuz
Sejumlah kapal komersial rusak di dekat Selat Hormuz setelah serangan rudal Iran yang dilaporkan. (Foto: ARSIP) / AP

Garda Revolusi Iran dilaporkan menembakkan sedikitnya dua rudal ke kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz pada Senin (6/7) malam. Informasi tersebut dilaporkan Axios mengutip dua pejabat Amerika Serikat.

Menurut salah satu pejabat AS yang dikutip Axios, dua kapal dagang mengalami kerusakan cukup parah akibat serangan tersebut. Meski demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada Selasa (7/7) dini hari menyatakan sebuah kapal tanker dihantam proyektil tak dikenal di sisi kiri lambung kapal saat berlayar ke arah selatan, sekitar 15 kilometer di timur Limah, Oman. Serangan itu memicu kebakaran, namun tidak menimbulkan korban maupun dampak terhadap lingkungan.

Insiden ini terjadi setelah perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran pekan lalu berakhir tanpa menunjukkan kemajuan menuju perdamaian yang berkelanjutan. Perundingan tersebut berlangsung di tengah gencatan senjata selama 60 hari yang dimaksudkan untuk membuka ruang diplomasi setelah serangan Amerika Serikat dan Israel memicu konflik.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mengatakan negaranya akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau "menyelesaikan tugas tersebut". Pernyataan itu kembali menegaskan sikap Washington di tengah sikap menantang Teheran setelah pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

"Rudal dan drone kami siap ditembakkan kepada kalian," demikian peringatan Garda Revolusi Iran kepada kapal-kapal melalui siaran radio maritim pada akhir pekan lalu, menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip rekaman percakapan yang diperolehnya.

Salah satu kapal yang menjadi sasaran diduga adalah Al Rekayyat, kapal pengangkut gas alam cair (LNG) yang dimiliki dan dikelola Nakilat, perusahaan pelayaran milik industri LNG Qatar. Menurut Wall Street Journal, kapal itu terkena hantaman di sisi kiri, tepat di bagian atas ruang mesin.

"Kebakaran terjadi di ruang mesin dan dipenuhi asap. Kerusakan lebih lanjut belum dapat dipastikan. Seluruh awak kapal dalam keadaan selamat dan telah berkumpul di sisi kanan kapal," demikian isi rekaman yang dikutip Wall Street Journal.

Saat diserang, kapal tersebut berada di mulut Selat Hormuz, tepatnya di kawasan Teluk Oman, menurut laporan media tersebut.

Para investor terus mencermati perkembangan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz, sembari memantau pemulihan ekspor minyak dari kawasan Teluk.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
AS jeda serangan ke Iran di tengah upaya diplomatik: laporan
Menlu Arab Saudi dan Oman bahas keamanan Selat Hormuz di tengah ketegangan baru Iran-AS
Oman dan Iran bahas navigasi Selat Hormuz, Muscat pastikan bebas biaya transit
Bagaimana kesepakatan AS-Iran akan memengaruhi masa depan politik Netanyahu?
Individu hanyalah gejalanya, penyakit sesungguhnya adalah Israel
Ben Gvir tolak penghentian penghancuran rumah di Lebanon selatan
Kapal Iran melintasi blokade laut AS di Teluk Oman tanpa insiden
Selat Hormuz dibuka tanpa tarif berdasarkan kesepakatan damai Iran, kata AS
Mengapa AS dan Iran tak bisa membiarkan kesepakatan damai gagal
Indonesia masih membuka peluang jadi mediator konflik AS-Iran
IRGC Iran nyatakan Selat Hormuz ditutup bagi seluruh kapal
Iran klaim serang 18 fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain
Iran sebut rudal siap diluncurkan, ancaman Israel ke Beirut picu kekhawatiran gencatan senjata
Ledakan mengguncang Pulau Qeshm Iran, Kuwait cegat gelombang serangan rudal
Trump murka kepada Netanyahu dalam percakapan telepon terkait eskalasi di Lebanon
Trump dan Netanyahu berselisih soal masa depan perang Iran dalam percakapan telepon - laporan
Vance mengatakan bom nuklir Iran bisa menjadi 'domino pertama' dalam perlombaan senjata atom global
Kepala badan nuklir PBB peringatkan risiko radiasi serius usai serangan drone di fasilitas UEA
Inflasi AS sentuh level tertinggi dalam tiga tahun, perang Iran dan blokade Hormuz jadi pemicu
Pentagon sebut perang AS melawan Iran telah menelan biaya 29 miliar dolar AS