Ledakan terdengar di Pulau Qeshm, Iran, menurut laporan media setempat.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan serangan yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dilancarkan setelah apa yang mereka sebut sebagai serangan AS terhadap Pulau Qeshm di selatan Iran.
Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan Pasukan Dirgantara mereka meluncurkan serangan rudal yang menyasar pangkalan militer AS di Kuwait sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Iran di Pulau Qeshm.
IRGC memperingatkan bahwa setiap serangan lanjutan terhadap Iran akan dibalas secara "tegas", seraya menegaskan pihak-pihak yang terlibat dalam aksi terhadap Iran akan menghadapi konsekuensinya.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi serangan di Pulau Qeshm tersebut.
"Pasukan AS berhasil menggagalkan sejumlah rudal balistik dan drone Iran serta melancarkan serangan untuk membela diri di Pulau Qeshm sebagai respons atas upaya serangan Iran di berbagai wilayah Timur Tengah pada 2 Juni," tulis CENTCOM melalui platform X.
Pasukan AS juga menembak jatuh tiga drone bunuh diri yang diluncurkan Iran ke arah kapal-kapal sipil, tambahnya.
Tidak ada personel AS yang mengalami cedera.
Sementara itu, sistem pertahanan udara Kuwait merespons serangan rudal dan drone yang disebut "bermusuhan" pada Rabu dini hari, menurut militer negara tersebut.
Militer Kuwait mengatakan suara ledakan yang terdengar di berbagai wilayah negara itu merupakan hasil operasi pencegatan yang dilakukan sistem pertahanan udara.
Belum ada rincian lebih lanjut yang segera diumumkan.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak akhir Februari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta sejumlah komandan militer senior dan pejabat pemerintah.
Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April, namun upaya untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas sejauh ini belum membuahkan hasil.














