Menteri Luar Negeri Arab Saudi dan Oman telah menggelar pembicaraan di Muscat untuk membahas perkembangan kawasan serta keamanan maritim di Selat Hormuz, di tengah kembali memanasnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada hari Rabu menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan dan Menlu Oman Badr Albusaidi saling bertukar pandangan mengenai perkembangan regional serta internasional, dengan fokus khusus pada Selat Hormuz.
Kedua pihak menggarisbawahi "pentingnya menjaga keamanan jalur laut maritim, menjamin kebebasan navigasi pelayaran, mendukung upaya peningkatan keamanan dan stabilitas di kawasan, serta menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan jalan damai."
Kementerian tersebut juga menambahkan bahwa kedua diplomat tersebut menjajaki berbagai upaya untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor, memajukan kemitraan strategis antara Arab Saudi dan Oman, serta mendorong kerja sama kolektif negara-negara Teluk.
Pembicaraan tersebut juga mencakup sejumlah proyek strategis bersama, termasuk rencana pembangunan pos perlintasan batas darat antara kedua negara, serta kerja sama jaringan transportasi dan konektivitas logistik guna meningkatkan integrasi kawasan.
Lebih lanjut, kedua belah pihak membahas perluasan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi, mendorong kemitraan antara sektor publik dan swasta, serta memanfaatkan berbagai peluang di sektor-sektor yang menjadi kepentingan bersama demi kemajuan kerja sama bilateral.
AS dan Iran diketahui saling meluncurkan serangan balasan pada hari Rabu. Eskalasi terbaru ini dipicu oleh serangan Iran terhadap tiga kapal tanker di Selat Hormuz sebelumnya.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur penyokong (chokepoint) energi paling penting di dunia, yang menyalurkan sebagian besar ekspor minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global dari para produsen di kawasan Teluk.



















