KONFLIK ISRAEL-IRAN
2 menit membaca
Trump murka kepada Netanyahu dalam percakapan telepon terkait eskalasi di Lebanon
Presiden AS dilaporkan melontarkan kemarahan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas agresi militer Tel Aviv di Lebanon dalam percakapan yang diwarnai kata-kata kasar.
Trump murka kepada Netanyahu dalam percakapan telepon terkait eskalasi di Lebanon
Trump dilaporkan bersitegang dengan Netanyahu terkait serangan Israel terhadap Lebanon. (Foto: ARSIP) / AP

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kemarahannya kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait eskalasi Israel di Lebanon dalam sebuah percakapan telepon yang diwarnai umpatan, lapor Axios.

Trump disebut menggambarkan Netanyahu sebagai sosok yang "gila" dan menuduhnya tidak tahu berterima kasih.

Ia juga turun tangan untuk menghentikan rencana serangan militer Israel terhadap Beirut.

Menurut laporan tersebut, Trump memperingatkan Netanyahu bahwa ancaman untuk membombardir ibu kota Lebanon hanya akan semakin memperdalam isolasi internasional yang dihadapi Israel.

Trump juga disebut mengatakan bahwa dirinya telah memainkan peran penting dalam menyelamatkan Netanyahu dari hukuman penjara.

Trump kecam Netanyahu

Merangkum pernyataan Trump dalam percakapan tersebut, seorang pejabat AS mengatakan, "Kamu benar-benar gila. Jika bukan karena saya, kamu sudah berada di penjara. Saya yang menyelamatkanmu. Sekarang semua orang membencimu. Semua orang membenci Israel karena ini."

Sumber lain yang mengetahui isi percakapan itu mengatakan Trump sangat marah dan pada satu titik berteriak kepada Netanyahu, "Apa yang sebenarnya sedang kamu lakukan?"

Trump dilaporkan terganggu oleh tingginya jumlah korban sipil di Lebanon dan mengkritik serangan-serangan Israel.

Kemarahannya disebut dipicu oleh kekhawatiran bahwa keputusan Netanyahu untuk meningkatkan eskalasi di Lebanon dapat menggagalkan negosiasi yang sedang dijalankannya dengan Iran.

Setelah percakapan tersebut, Trump menulis di Truth Social bahwa pembicaraan dengan Iran "masih berlanjut dengan sangat cepat."

Secara terpisah, seorang pejabat Israel mengatakan kepada Axios bahwa Israel kini tidak lagi berencana melancarkan serangan terhadap target-target Hizbullah di Beirut.

SUMBER:TRT World & Agencies