Presiden Prabowo Subianto meresmikan akad massal 62.000 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang digelar serentak di 165 titik di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi, Kamis (30/7). Kegiatan yang dipusatkan di Puri Delta City Side, Batang, Jawa Tengah, itu juga mencakup penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar.
Presiden meninjau rumah contoh dan rumah subsidi yang telah dihuni penerima manfaat KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Prabowo kemudian menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada empat penerima KPR subsidi serta bantuan kepada empat penerima KUR Perumahan.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
"Kita bisa hadir di acara Akad Massal 62 ribu Unit KPR Rumah Bersubsidi yang digelar secara serentak di 165 titik, tersebar di 372 kabupaten/kota di 36 provinsi seluruh Indonesia," ujar Presiden.
Prabowo mengatakan pemerintah akan terus mencari berbagai terobosan agar semakin banyak masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, dapat memiliki rumah sendiri.
"Kita menghendaki seluruh warga Indonesia bisa punya rumah yang layak. Untuk itu kita bekerja keras dengan berbagai program dan terus memikirkan cara terbaik untuk melipatgandakan jumlah rumah yang bisa dinikmati rakyat," katanya.
Presiden juga berdialog melalui konferensi video dengan sejumlah penerima manfaat FLPP dari Jayapura, Banda Aceh, Nusa Tenggara Timur, Tomohon, dan Kota Tual. Salah seorang penerima manfaat dari Banda Aceh menyampaikan apresiasi karena akhirnya dapat memiliki rumah melalui program tersebut.
Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta sejumlah menteri dan pejabat pemerintah lainnya.























