Pemerintah Indonesia mendorong penguatan kerja sama ketenagakerjaan dengan Jepang melalui perluasan peluang bagi tenaga kerja terampil serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar dan Menteri Kehakiman Jepang Hiraguchi Hiroshi di Tokyo.
Dalam pertemuan itu, kedua negara membahas percepatan penyelesaian Memorandum of Cooperation (MoC) Employment Skill Development Program (ESDP) serta perpanjangan MoC Specified Skilled Worker (SSW) yang menjadi landasan kerja sama ketenagakerjaan Indonesia dan Jepang.
Muhaimin memperkenalkan program SMK Go Global, sebuah inisiatif pemerintah yang dirancang untuk menyiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional, termasuk di Jepang.
Menurutnya, penguatan keterampilan sejak jenjang pendidikan menjadi faktor penting agar generasi muda Indonesia siap memenuhi permintaan tenaga kerja terampil di luar negeri.
"Kerja sama ini bukan semata membuka kesempatan kerja di luar negeri, tetapi juga membangun sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, terlindungi, dan mampu bersaing secara global," ujar Muhaimin dalam keterangan yang dirilis Rabu (29/7), sebagaimana dikutip Antara.
Pemerintah Indonesia juga meminta Jepang mempertimbangkan kemudahan biaya visa bagi pekerja migran Indonesia yang berangkat melalui jalur resmi. Kebijakan tersebut dinilai dapat menekan biaya penempatan serta mendorong lebih banyak calon pekerja memilih jalur migrasi yang legal, aman, dan terlindungi.
Selain itu, Indonesia mengusulkan penambahan pusat pelaksanaan ujian Specified Skilled Worker (SSW), terutama di daerah yang memiliki jumlah calon pekerja migran terbesar. Perluasan akses tersebut diharapkan mempermudah calon pekerja memperoleh sertifikasi kompetensi yang menjadi syarat bekerja di Jepang.





















