Kementerian Pertahanan Türkiye memperingatkan bahwa setiap aliansi militer yang menargetkan hak dan kepentingan Türkiye serta Republik Turki Siprus Utara (TRNC) "tidak akan berhasil," seiring meningkatnya ketegangan di timur Mediterania.
Pada Kamis, kementerian mengatakan Angkatan Bersenjata Türkiye sepenuhnya siap merespons dengan "reaksi paling keras" terhadap tindakan apa pun yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan Siprus Turki.
Kesepakatan Siprus Yunani dengan Prancis memicu ketegangan
Peringatan itu muncul setelah Prancis dan Siprus Selatan yang dikelola oleh pihak Yunani menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan minggu ini, yang memungkinkan penempatan pasukan Prancis di wilayah Siprus Yunani — sebuah langkah yang mendapat kecaman keras dari Ankara.
Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan pada Rabu juga memperingatkan agar tidak melakukan langkah-langkah semacam itu yang dapat mengguncang stabilitas pulau tersebut, menuduh pihak luar "memicu perselisihan" di Mediterania.
Pada Rabu, Erdogan menekankan bahwa Türkiye akan memberikan respons "sangat tegas dan sangat keras" jika haknya atau hak warga Siprus Turki di kawasan itu terancam.
Türkiye berulang kali menyoroti keluhan Republik Turki Siprus Utara dalam berbagai forum internasional, menekankan bagaimana Yunani berupaya merongrong hak-hak warga Siprus Turki.
Masalah sumber daya energi
Türkiye secara konsisten menentang aktivitas eksplorasi gas oleh pihak Siprus Yunani di timur Mediterania, dengan dua alasan utama: hak landas kontinen di kawasan itu dan perlindungan hak-hak warga Siprus Turki atas sumber daya alam pulau tersebut.
Ankara berpendapat bahwa banyak upaya eksplorasi Siprus Yunani melanggar klaim landas kontinen Türkiye sepanjang garis pantai Mediterania-nya.
Ankara juga menyatakan bahwa kegiatan semacam itu dilakukan tanpa berkonsultasi dengan warga Siprus Turki — yang menurutnya merupakan pemilik bersama pulau tersebut.
Persoalan Siprus yang berlangsung puluhan tahun
Siprus terjebak dalam perselisihan yang telah berlangsung puluhan tahun antara Siprus Yunani dan Siprus Turki meskipun ada serangkaian upaya diplomatik oleh PBB untuk mencapai penyelesaian komprehensif.
Serangan berbasis etnis yang dimulai pada awal 1960-an memaksa warga Siprus Turki menarik diri ke enklaf demi keselamatan mereka.
Pada 1974, kudeta oleh Siprus Yunani yang bertujuan agar Yunani menganeksasi pulau itu memicu intervensi militer Türkiye sebagai kekuatan penjamin untuk melindungi warga Siprus Turki dari penganiayaan dan kekerasan. Akibatnya, Republik Turki Siprus Utara (TRNC) didirikan pada 1983.














