Indonesia dan Türkiye memperkuat kemitraan di bidang media dan komunikasi strategis melalui pertemuan tingkat tinggi yang digelar di Jakarta awal pekan ini. Pertemuan tertutup tersebut difokuskan pada penerjemahan kesepakatan bilateral menjadi program konkret yang dapat segera dijalankan oleh kedua negara.
Kedutaan Besar Türkiye di Jakarta pada Jumat (17/7) menyatakan bahwa forum yang berlangsung Selasa, 14 Juli 2026 itu mempertemukan pejabat senior dan pimpinan media dari kedua pihak.
Delegasi Türkiye dipimpin oleh Duta Besar Türkiye untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, Talip Kucukcan, sementara Indonesia diwakili oleh penasihat komunikasi utama Presiden, Fritz Edward Siregar.

Agenda pembahasan melanjutkan nota kesepahaman yang telah diteken pada 2025 di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Prabowo Subianto. Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama antara kantor berita Anadolu dan ANTARA, serta kolaborasi antara penyiar publik Türkiye TRT dengan TVRI dan RRI.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat memperkuat mekanisme bersama untuk menangkal disinformasi, meningkatkan koordinasi komunikasi saat krisis, serta mengembangkan program diplomasi publik. Inisiatif tersebut antara lain akan menonjolkan warisan budaya dan pendekatan gastrodiplomasi berbasis konsep zero-waste.
Selain itu, Indonesia dan Türkiye juga akan memperluas pertukaran konten dan keahlian, menggelar pelatihan rutin bagi insan media, serta mendorong alih teknologi media mutakhir.
“Upaya tindak lanjut tengah berjalan untuk mengimplementasikan proyek-proyek yang telah disepakati,” demikian keterangan Kedutaan Besar Türkiye.
Langkah ini menandai upaya kedua negara untuk memperdalam kolaborasi di sektor informasi dan komunikasi, seiring meningkatnya peran diplomasi publik dalam hubungan internasional.





















